Latar Belakang: Melasma adalah gangguan hiperpigmentasi kronis pada perempuan yang dipengaruhi berbagai faktor seperti usia, genetik, kosmetik, obatobatan, kontrasepsi, paparan sinar UV, dan perawatan kulit. Melasma juga berdampak pada kualitas hidup penderita yang dinilai menggunakan Melasma Quality of Life (MelasQoL). Penelitian ini bertujuan menilai hubungan faktor risiko dan perilaku perawatan kulit dengan tingkat keparahan melasma serta pengaruhnya terhadap kualitas hidup.
Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain potong lintang pada 69 perempuan penderita melasma. Data faktor risiko dan perilaku perawatan kulit diperoleh melalui kuesioner terstruktur, sementara tingkat keparahan melasma dinilai menggunakan skor Melasma Area and Severity Index (MASI). Kualitas hidup diukur menggunakan MelasQoL. Analisis statistik meliputi Chi-Square, T-test, ANOVA, Mann-Whitney, Kruskal-Wallis, dan korelasi Spearman untuk menilai hubungan antarkomponen penelitian.
Hasil: Faktor risiko (usia, riwayat keluarga, penggunaan kosmetik, riwayat obatobatan, kontrasepsi, paparan UV, dan pekerjaan) serta perilaku perawatan kulit tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan skor MASI (p > 0,05). Terdapat hubungan signifikan (p < 0,05) antara skor MASI dan kualitas hidup, semakin tinggi skor MASI, semakin buruk skor MelasQoL.
Simpulan: Faktor risiko dan perawatan kulit tidak berhubungan signifikan dengan tingkat keparahan melasma. Tingkat keparahan skor MASI berhubungan dengan MelasQoL secara signifikan. Melasma terbukti memberikan dampak psikologis dan emosional yang signifikan meskipun tidak selalu mencerminkan keparahan klinis.