Tidak meratanya produksi setiap tahunnya dan mutu yang kurang baik
merupakan permasalahan pokok yang dihadapi oleh komoditas cabai, khususnya
cabai besar. Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan
adanya kegiatan peningkatan produksi sayuran dan tanaman obat melalui kawasan
aneka cabai. Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan produksi dan ketersediaan
komoditas cabai besar merata sepanjang tahun, sehingga dapat mendorong
peningkatan daya saing komoditas, wilayah serta kesejahteraan petani melalui
penerapan good agriculture practies (GAP) dan standart operasional prosedure
(SOP). Partisipasi petani dalam kegiatan peningkatan produksi sayuran dan
tanaman obat melalui kawasan aneka cabai masih belum terlihat dengan jelas, oleh
karena itu perlu dilaksanakannya penelitian mengenai partisipasi petani dalam
kegiatan ini. Penelitian kali ini bertujuan untuk (1) Mengetahui faktor internal
petani yang berhubungan dengan partisipasi petani (2) Menganalisis tingkat
partisipasi petani (3) Menganalisis hubungan faktor internal petani dengan tingkat
partisipasi petani
Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif. Lokasi
penelitian ditentukan secara sengaja (purposive) yaitu di Kecamatan Kismantoro,
Kabupaten Wonogiri dengan pertimbangan kecamatan tersebut merupakan
kecamatan dengan luas lahan dan hasil produksi paling banyak di Kabupaten
Wonogiri. Populasi penelitian kali ini adalah petani yang tergabung dengan
kelompok tani yang menerima kegiatan yaitu 197 petani. Metode pengambilan
sampel dilakukan secara proporsional random sampling, dengan jumlah sampel 60
petani. Untuk menguji hubungan digunakan analisis rank spearman (rs) dengan
SPSS versi 20.
Hasil penelitian menunjukkan umur petani mayoritas dalam usia produktif,
pendidikan formal petani terbanyak lulusan SD, pendidikan non formal petani
dalam kategori rendah, luas lahan petani terbanyak dengan luas 0,51-0,75 ha,
tingkat pengambilan resiko petani dalam kategori tinggi, keaktifan keanggotaan
petani dalam kategori sedang. Tingkat partisipasi petani pada tahap perencanaan
dan pada tahap pelaksanaan tergolong kategori sedang, sedangkan tingkat
partisipasi petani pada tahap pemanfaatan hasil tergolong dalam kategori tinggi.
Faktor internal petani yang memiliki hubungan signifikan dengan tingkat partisipasi
petani adalah umur, pendidikan non formal, tingkat pengambilan resiko dan
keaktifan keanggotaan petani, sedangkan faktor internal petani yang tidak memiliki
hubungan dengan tingkat partisiapsi petani adalah pendidikan formal dan luas
penguasaan lahan.