Latar Belakang: Berat Badan Lahir Rendah masih menjadi salah satu
permasalahan utama karena meningkatkan risiko morbiditas dan mortalitas
neonatal. BBLR dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor maternal, termasuk usia ibu
dan paritas yang berperan dalam menentukan kondisi kehamilan dan proses
pertumbuhan janin. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan
antara kejadian bayi berat badan lahir rendah dengan usia dan paritas pada ibu hamil
di RSUD Dr. Moewardi.
Metode: Penelitian ini merupakan peneltian observasional analitik dengan
pendekatan cross sectional menggunakan data sekunder rekam medis pasien bayi
yang dilahirkan dan ibu yang melahirkan di RSUD Dr. Moewardi tahun 2024 serta
memenuhi kriteria inklusi. Sampel dipilih menggunakan teknik simple random
sampling. Terdapat 60 sampel bayi BBLR sebagai kelompok kasus dan 60 bayi
BBLN sebagai kelompok kontrol. Data dianalisis dengan teknik analisis univariat,
bivariat menggunakan uji Chi-Square, dan multivariat menggunakan regresi
logistik menggunakan software SPSS dengan tingkat signifikansi p < 0,05.
Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa bayi BBLR lebih banyak dilahirkan dari ibu
pada usia berisiko dengan persentase 60% dan bayi BBLN dengan persentase
28,3%. Hasil uji regresi logistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan
antara BBLR dengan usia ibu (p = 0,002) dan odds ratio sebesar 3,620. Ibu dengan
paritas rendah lebih rendah melahirkan bayi BBLR (80%) daripada bayi BBLR
(20%). Hasil uji regresi logistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang
signifikan antara BBLR dengan paritas (p = 0,835) dan odds ratio sebesar 0,874.
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara kejadian bayi BBLR
dengan usia ibu dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kejadian BBLR
dengan paritas di RSUD Dr. Moewardi tahun 2024.