Hidrogel patch merupakan sediaan topikal efektif pembawa system
penghantaran pintar NLC yang potensial meningkatkan permeasi obat melalui kulit
sehingga meningkatkan efektivitas terapi dan kepatuhan pasien. Keberhasilan
kinerja hidrogel patch sangat ditentukan oleh karakteristik film yang terbentuk,
terutama dalam hal daya regang, reologi, dan profil pengeringan yang optimal. Jenis
dan rasio polimer serta keberadaan plasticizer berperan signifikan dalam
menentukan sifat mekanik dan adhesif patch transdermal. Penelitian ini bertujuan
untuk mengevaluasi jenis dan rasio polimer serta keberadaan plasticizer terhadap
karakteristik fisikokimia hidrogel patch terinkorporasi NLC naringenin-kuersetin
terdekorasi HA-FP.
Sistem penghantaran dikarakterisasi ukuran partikel dan morfologinya,
sedangkan kebehasilan kinerja HA-FP dikonfirmasi dengan spektroskopi ATR
FTIR dan uji koefisien partisi. Hidrogel patch diformulasikan menggunakan
kombinasi polyvinyl alcohol (PVA) dan hydroxypropyl methylcellulose (HPMC)
dengan variasi konsentrasi serta penambahan gliserin. Karakterisasi hidrogel patch
dilakukan melalui profil reologi, waktu pengeringan, morfologi, serta uji daya
regang.
Hasil menunukkan adanya pergeseran puncak serapan pada spektrum FTIR
yang menandakan interaksi HA dengan FP. Peningkatan nilai log P sebesar 42,4 kali
dan peningkatan ukuran partikel sebesar 27,21% dan morfologi pada analisis TEM
mengonfirmasi keberhasilan kompleksasi dan modifikasinya pada permukaan
NLC. Hidrogel menunjukkan sifat aliran pseudoplastis yang meningkatkan
stabilitas fisik NLC terinkorporasi, sehingga sediaan lebih stabil dan efektif untuk
aplikasi terapeutik. Kombinasi PVA dan HPMC meningkatkan viskositas serta daya
regang, sementara gliserin menurunkan viskositas, mempercepat pengeringan, serta
meningkatkan fleksibilitas.