Penulis Utama : Tisa Wiintan Kumala
NIM / NIP : D0322128

Banjir yang hampir setiap tahun melanda Desa Simo, Kecamatan Kwadungan, Kabupaten Ngawi, menimbulkan dampak besar bagi kehidupan masyarakat, khususnya petani. Kondisi geografis desa yang berada di dataran rendah dan dekat pertemuan Sungai Bengawan Solo dan Bengawan Madiun menjadikan wilayah ini rentan terhadap banjir. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji resiliensi masyarakat petani dalam menghadapi banjir tahunan serta menganalisis peran modal sosial dalam membangun ketahanan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan informan masyarakat petani, perangkat desa, anggota Desa Tangguh Bencana (Destana), pihak kecamatan, dan BPBD. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teori resiliensi Reivich dan Shatte serta teori modal sosial Robert Putnam dan Michael Woolcock. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banjir di Desa Simo dipengaruhi oleh kondisi geografis dataran rendah di pertemuan dua sungai besar, curah hujan tinggi di wilayah hulu, sistem drainase yang belum optimal, serta pembangunan tanggul yang belum selesai. Resiliensi masyarakat petani Desa Simo terbentuk melalui kemampuan regulasi emosi dan pengendalian impuls, yang membuat masyarakat mampu tetap tenang, berpikir rasional, dan mengikuti prosedur evakuasi saat banjir terjadi. Selain itu, masyarakat memiliki optimisme dan pemahaman kausal yang baik terhadap penyebab banjir, sehingga tidak mudah menyalahkan pihak lain dan lebih memilih beradaptasi agar aktivitas pertanian tetap berjalan. Resiliensi juga diperkuat oleh empati, efikasi diri, dan pencapaian kolektif, yang tercermin dalam gotong royong, strategi adaptasi pertanian, serta peningkatan kemampuan dan prestasi Destana di tingkat Kabupaten dan Provinsi. Modal sosial berperan penting dalam membangun ketahanan masyarakat petani. Unsur kepercayaan tercermin dalam hubungan antarwarga yang saling menolong dan mengungsi ke rumah tetangga, kepercayaan terhadap peran Destana dan kepala desa, serta kepercayaan kepada lembaga formal seperti BPBD melalui pelatihan dan sistem peringatan dini. Jaringan sosial terbentuk secara horizontal melalui solidaritas antarwarga, kelompok tani, serta kerja sama lintas desa dan daerah hulu sebagai sumber informasi banjir, dan secara vertikal melalui hubungan dengan pemerintah desa, BPBD, Rs At-Tin, TNI, dan Polri, meskipun dukungan dari beberapa instansi belum konsisten. Selain itu, norma gotong royong mendorong tindakan kolektif masyarakat dalam menghadapi banjir tahunan. Ketiga unsur modal sosial tersebut saling menguatkan dan menjadi dasar terbentuknya resiliensi masyarakat petani Desa Simo

×
Penulis Utama : Tisa Wiintan Kumala
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : D0322128
Tahun : 2026
Judul : Resiliensi Berbasis Modal Sosial Dalam Menghadapi Bencana Banjir Pada Masyarakat Petani Di Desa Simo, Kecamatan Kwadungan, Kabupaten Ngawi.
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. ISIP - 2026
Program Studi : S-1 Sosiologi
Kolasi :
Sumber :
Kata Kunci : Resiliensi, Modal Sosial, Masyarakat Petani, Banjir, Desa Simo
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Link DOI / Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Theofilus Apolinaris Suryadinata S.Fil., M.A.
Penguji : 1. Prof. Dr. Argyo Demartoto, M.Si
2. Dr. Dra. Rahesli Humsona, M.Si.
3. Theofilus Apolinaris Suryadinata S.Fil., M.A.
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. ISIP
×
Halaman Awal : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman Cover : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB I : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB II : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB III : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB IV : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB V : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB Tambahan : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Daftar Pustaka : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Lampiran : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.