Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis pelaksanaan Public Private
Partnership Pada Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di TPA Putri
Cempo Kota Surakarta. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif,
dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik
penentuan informan menggunakan purposive
sampling, validitas data menggunakan triangulasi teknik dan analisis data
menggunakan model Miles dan Huberman. Analisis pelaksanaan PPP menggunakan
teori Partnership menurut Kim Uhlik
(2007) yaitu hubungan, sumber daya, jaringan, dan organisasi. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa kerja sama pada PLTSa tersebut
sudah berjalan dengan skema Public Private
Partnership. Pada dimensi hubungan, kemitraan antara Pemerintah Kota
Surakarta dan PT. SCMPP mencerminkan keterpaduan peran yang saling melengkapi. Berkaitan
dengan dimensi sumber daya,
keterlibatan masing-masing pihak dalam menyediakan lahan, pasokan sampah, dana,
teknologi, dan tenaga kerja menunjukkan bahwa optimalisasi sumber daya menjadi
kunci keberhasilan kerja sama. Dalam dimensi jaringan terdapat kinerja PT.SCMPP
yang kurang memadai dalam mengelola PLTSa sehingga mendapat pinalti dari
PT.PLN. Sedangkan dimensi organisasi, struktur
kelembagaan yang jelas
antara pemerintah, swasta
dan pihak pendukung dapat memperkuat koordinasi, akuntabilitas, serta
transparansi dalam pencapaian tujuan proyek. Pemerintah Kota Surakarta dan PT.SCMPP diharapkan dapat meningkatkan
komitmen kemitraan dalam pengelolaan sampah
agar tujuan pembangunan dan pengelolaan PLTSa Surakarta sebagai penyedia
energi ramah lingkungan dapat terwujud secara berkelanjutan.