Nilam (Pogostemon cablin Benth.) merupakan komoditas utama penghasil minyak atsiri Indonesia, namun produktivitasnya masih rendah sehingga diperlukan upaya peningkatan pertumbuhan dan hasil minyak. Pupuk guano sebagai sumber hara organik dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) sebagai pemacu pertumbuhan diduga mampu meningkatkan performa fisiologis dan produktivitas nilam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mandiri dan interaksi pupuk guano serta PGPR terhadap pertumbuhan dan hasil minyak atsiri nilam. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian UNS Jumantono pada Maret–Juli 2025 menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor, yaitu pupuk guano (0, 25, 30, dan 35 ton ha⁻¹) dan PGPR (0, 25, 50, dan 75 mL L⁻¹) dengan tiga ulangan. Variabel yang diamati meliputi komponen pertumbuhan, fisiologi, hasil tanaman, rendemen minyak, serta kandungan fitokimia minyak atsiri melalui GC-MS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pupuk guano dan PGPR memberikan pengaruh nyata terhadap beberapa parameter pertumbuhan dan hasil, termasuk volume akar, laju fotosintesis, bobot simplisia, rendemen minyak, dan hasil minyak atsiri. Pemberian guano dosis 30 ton ha⁻¹ menghasilkan pertumbuhan vegetatif dan hasil minyak terbaik, sedangkan PGPR konsentrasi 50 mL L⁻¹ memberikan respons paling optimal dalam meningkatkan aktivitas fisiologis, terutama laju fotosintesis dan pembentukan biomassa. Interaksi guano 30 ton ha⁻¹ dengan PGPR 50 mL L⁻¹ merupakan kombinasi perlakuan paling efektif dalam meningkatkan hasil minyak atsiri. Analisis GC-MS menunjukkan bahwa patchouli alcohol merupakan komponen kimia dominan pada seluruh perlakuan. Penggunaan pupuk guano dan PGPR terbukti efektif dalam meningkatkan pertumbuhan, produktivitas, serta kualitas minyak atsiri nilam, sehingga dapat direkomendasikan sebagai teknologi budidaya yang berkelanjutan.