Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi
pemasaran produk Electronic Data Capture (EDC) di PT Bank X (Persero)
Tbk Kantor Cabang Pembantu Y dalam menghadapi perubahan pola transaksi
non-tunai yang semakin didominasi oleh penggunaan Quick Response Code
Indonesian Standard (QRIS). Fokus penelitian diarahkan pada identifikasi
posisi strategis pemasaran EDC serta perumusan alternatif strategi yang dapat
meningkatkan daya saing produk di tengah perkembangan teknologi pembayaran
digital. Seiring dengan meningkatnya preferensi pelaku usaha terhadap QRIS
statis yang dinilai lebih praktis dan efisien, bank dihadapkan pada tantangan
untuk mempertahankan peran EDC sebagai instrumen pembayaran non-tunai yang
relevan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan
metode analisis SWOT. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan
pihak internal bank, khususnya staf pemasaran dan pimpinan Kantor Cabang
Pembantu, serta didukung oleh data sekunder berupa literatur ilmiah yang
relevan. Data yang terkumpul dianalisis melalui penyusunan matriks Internal
Factor Analysis Summary (IFAS) dan External Factor Analysis Summary
(EFAS) untuk mengidentifikasi faktor kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman,
yang selanjutnya dipetakan ke dalam diagram SWOT guna menentukan posisi
strategi pemasaran EDC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasaran produk EDC
PT Bank X (Persero) Tbk KCP Y berada pada Kuadran I, yang menandakan bahwa
kekuatan internal bank relatif dominan dan peluang eksternal masih tersedia.
Namun demikian, temuan empiris mengungkapkan bahwa strategi pemasaran EDC yang
dijalankan belum sepenuhnya efektif, yang tercermin dari belum tercapainya
target pemasaran, baik dari sisi penambahan merchant maupun volume transaksi.
Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara keunggulan internal EDC
dan kemampuan strategi pemasaran dalam merespons perubahan preferensi pasar.
Berdasarkan hasil analisis, penelitian ini merekomendasikan penguatan strategi
pemasaran berbasis pemanfaatan kekuatan internal untuk menangkap peluang pasar
secara lebih terarah, khususnya melalui penajaman segmentasi merchant,
penguatan nilai manfaat EDC, serta penyesuaian strategi pemasaran agar lebih
adaptif terhadap dinamika teknologi pembayaran digital.