Pertumbuhan sarana transportasi yang jauh lebih cepat dibandingkan pertumbuhanprasarana jalan menyebabkan gangguan terhadap arus lalu lintas, sehingga terjadikemacetan. Tugas Akhir ini bertujuan melakukan analisis kinerja SimpangBersinyal Pungkruk dan Gambiran, merencanakan perbaikan, menghitungRencana Anggaran Biaya (RAB) serta time schedule.Cara penelitian yang dilakukan adalah dengan melakukan survei di lapanganuntuk mendapatkan data primer, dan mengumpulkan data sekunder dari beberapainstansi. Data tersebut antara lain volume lalu lintas, geometri dan harga satuanyang kemudian diolah dengan menggunakan acuan Manual Kapasitas JalanIndonesia (MKJI) 1997 dan program Microsoft Excel 2007.Beberapa indikator hasil kinerja simpang bersinyal Pungkruk dan Gambiran yaituderajat kejenuhan, panjang antrian, dan tundaan. Hasil perhitungan kinerja yangdilakukan pada simpang Pungkruk, Derajat kejenuhan pendekat utara sebesar0,384, pendekat timur 0,973, pendekat barat 0,999. Panjang antrian pendekat utarasepanjang 35m, pendekat timur 123m, pendekat barat 126m dan tundaan rata-rata68,53 smp/det. Sedangkan pada Simpang Gambiran, Derajat kejenuhan untukpendekat timur sebesar 0,912, pendekat barat 0,966, pendekat selatan 0,792.Panjang antrian Pendekat timur sepanjang 143m, pendekat barat 107m, pendekatselatan 65m dan terjadi tundaan rata-rata 27,23 smp/det. Sedangkan menurutMKJI 1997 derajat kejenuhan melebihi 0,85 ( DS > 0,85 ). Maka perlu dievaluasikinerjanya. Perbaikan yang dilakukan dengan melakukan pelebaran jalan. Danbiaya yang dibutuhkan untuk perbaikan untuk simpang Pungkruk sebesar Rp.133.829.034,85 dan simpang Gambiran sebesar Rp. 70.537.365,40.Kata-kata kunci : Kinerja Simpang Bersinyal, MKJI 1997.