Latar Belakang: Preeklamsia merupakan salah satu kontributor utama morbiditas danmortalitas pada ibu dan janin. Bukti kuat ketidakseimbangan faktor anti-angiogenik danangiogenik pada patogenesis preeklamsia salah satunya dijelaskan oleh adanya solubleFms-like tyrosine kinase (sFlt-1) yang meningkat dan Vascular Endothelial GrowthFactor (VEGF) yang menurun dalam sirkulasi darah. Pemberian VEGF 121 rekombinansebagai pengobatan preeklamsia pada hewan coba memiliki kemampuan menurunkankadar sFlt-1 dalam sirkulasi darah, secara klinis menurunkan tekanan darah, secarahistopatologis perbaikan fungsi endotel plasenta. Jika terjadi disfungsi endotel maka padapermukaan endotel akan diekspresikan molekul adhesi, seperti vascular cell adhesionmolecule-1 (VCAM-1). Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh pemberianVEGF 121 rekombinan terhadap perbaikan disfungsi endotel yang dinilai dari ekspresiVCAM-1 di plasenta mencit (Mus musculus) model preeklamsia. Metode: Penelitian eksperimental analitik dengan rancang bangun Randomized ControlTrial (RCT) yang dilakukan pada bulan Februari sampai Maret 2016 di Kandang HewanPercobaan dan Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Hewan UniversitasAirlangga. Sampel penelitian sebesar 30 organ plasenta mencit dengan rumus replikasidari Steel dan Torrie. Variabel penelitian yaitu pemberian VEGF 121 rekombinan sebagaivariabel bebas, ekspresi VCAM-1 plasenta mencit bunting sebagai variabel tergantung.Parameter hasil pemeriksaan imunohistokimia untuk mengetahui ekspresi VCAM-1 padapembuluh darah plasenta mencit. Hasil dinilai secara semikuantitatif menurut metodeRemmele yang sudah dimodifikasi, dimana indeks skala Remmele (Immuno ReactiveScore/IRS) merupakan perkalian antara skor persentase sel immunoreaktif dengan skorintensitas warna pada sel immunoreaktif. Analisis data menggunakan uji Kruskal Wallisdan Mann Whitney dengan SPSS (Software Package for social Science). Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa VEGF 121 rekombinan terbukti memperbaikidisfungsi endotel plasenta mencit model preeeklamsia, terbukti dengan adanya perbedaanbermakna (p=0,035<0.05) yang menunjukan bahwa plasenta mencit preeklamsia denganpemberian VEGF 121 rekombinan mempunyai nilai rerata ekspresi VCAM-1 lebih rendah (2,14) dibanding nilai rerata plasenta mencit preeklamsia tanpa VEGF 121 (2,94). Kesimpulan: VEGF 121 rekombinan terbukti dapat menurunkan ekspresi VCAM-1 di plasenta mencit model preeeklamsia. Kata Kunci: VEGF 121 rekombinan, VCAM-1, preeklamsia.