ABSTRAKKualitas lingkungan permukiman merupakan kemampuan lingkungan permukiman dalammemenuhi kebutuhan hidup masyarakat. Kualitas lingkungan permukiman berkaitandengan berbagai aspek. Pertaman, Aspek fisik yang meliputi air bersih, jalan,persampahan, sarana pendidikan, sarana kesehatan, udara, tanah, rumah, kendaraan. Keduaaspek non fisik meliputi faktor sosial, ekonomi, budaya dan politik. Kota Surakarta sebagaisalah satu kota berkembang mengalami berbagai permasalahan umum perkotaan.Kepadatan dan jumlah penduduk yang tinggi menyebabkan eksploitasi penggunaan ruang.Hal tersebut memungkinkan terjadinya penurunan kualitas lingkungan. Penurunan terjadisecara intensif pada kawasan yang di huni penduduk, yaitu permukiman. Maka dari itupenurunan kualitas lingkungan permukiman di kota Surakarta menjadi bagianpermasalahan kota yang beririingan dengan proses perkembangan kota. Salah satupenyebab turunnya kualitas lingkungan permukiman adalah, permasalahan pengelolaansampah. Untuk mengatasi permasalah sampah tersebut maka dioperasikannya banksampah, sebagai metode pengelolaan sampah 3R. Penerapan bank sampah dilakukandengan harapan memperbaiki kondisi lingkungan permukiman yang buruk diakibatkanoleh permasalahan sampah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahanterhadap kualitas lingkungan permukiman pasca-implementasi bank sampah berdasarkanpersepsi masyarakat. Karena hanya manusialah yang yang memiliki akal budi sertadipengaruhi oleh minat dan memori, sehingga mampu menentukan penilaian terhadapkualitas lingkungannya. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kuantitatif yangmenggunakan teknik analisis Paired sample T-Test. Berdasarkan analisis yang telahdilakukan hasil yang diperoleh yakni implementasi bank sampah memberikan perubahanyang positif terhadap kualitas lingkungan permukiman. Hal tersebut terlihat dari perubahanyang ditunjukkan pada setiap variabel kualitas lingkungan permukiman menuju ke arahyang baik atau peningkatan kondisi dari sebelum implementasi bank sampah. Kata Kunci:Kualitas Lingkungan Permukiman, bank sampah, persepsi, perubahankualitas lingkungan permukiman