Tanaman cabai merah merupakan salah satu tanaman
hortikultura yang memiliki banyak jenis penyakit dan sangat mudah menular
terhadap tanaman lain jika tidak segera diketahui gejalanya. Dalam mendiagnosis
penyakit tanaman cabai, para petani masih menggunakan cara yang sederhana dengan mengamati gejala-gejala
yang ada pada tanaman cabai sehingga memerlukan waktu untuk mengenali jenis
penyakit cabai. Dalam hal ini dibutuhkan sebuah media untuk membantu petani
yang bertindak sebagai pakar, mengingat terbatasnya pengetahuan mengenai
penyakit cabai dan kurangnya tenaga penyuluhan untuk memberikan sosialisasi
penyakit tanaman cabai.Penelitian sistem pakar diagnosa penyakit tanaman
cabai merah ini bertujuan untuk merancang dan membangun suatu sistem untuk
mediagnosa penyakit tanaman cabai merah. Model inferensi yang digunakan dalam
pembuatan sistem pakar ini adalah penalaran mundur (Backward Chaining) sedangkan teknik pencarian menggunakan Depth First Search. Penentuan diagnosa
dalam sistem pakar ini dilakukan melalui proses konsultasi antara sistem dan
pemakai. Jawaban disesuaikan dengan aturan yang berada di dalam sistem, jika
jawaban yang dimasukkan sesuai dengan aturan yang berlaku, maka sistem ini akan
memberikan hasil diagnosa berupa informasi penyakit. Sedangkan metode dalam
pengumpulan data yang dilakukan untuk mendukung penelitian, yaitu : wawancara
dan kajian pustaka.
Diharapkan dalam
pembuatan sistem pakar dengan menggunakan metode Backward Chaining dalam
penelitian ini dapat membantu petani dalam melakukan diagnose awal
terhadap suatu penyakit tanaman cabai dan memberikan solusi untuk mengatasi
penyakit tanaman cabai tersebut.
Kata Kunci: Sistem Pakar, Cabai Merah, Backward Chaining, Depth First Search.