Sekolah Lapang Tematik (SLT) budidaya bawang merah dan cabai telah dilaksanakan di Kecamatan Ngadirojo pada tahun 2024, namun tingkat penerapannya oleh petani masih rendah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pendidikan nonformal, pengalaman bertani, peran penyuluh pertanian, peran kelompok tani, dan kemudahan akses informasi terhadap persepsi petani terhadap budidaya bawang merah dan cabai hasil SLT. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi petani berada pada kategori sangat baik (88,17%), dengan aspek penerimaan sebesar 75,27% dan evaluasi sebesar 81,72%. Pendidikan nonformal berada pada kategori sangat rendah (69,89%), pengalaman bertani sangat berpengalaman (78,49%), peran penyuluh pertanian sangat berperan (51,61%), peran kelompok tani sangat berperan (43,01%), dan kemudahan akses informasi sangat mudah (87,10%). Secara parsial, pendidikan nonformal berpengaruh signifikan negatif, sedangkan pengalaman bertani, peran penyuluh pertanian, dan kemudahan akses informasi berpengaruh signifikan positif. Peran kelompok tani tidak berpengaruh signifikan. Secara simultan, seluruh variabel berpengaruh signifikan terhadap persepsi petani dengan nilai Adjusted R Square sebesar 0,861, sehingga 13,9% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Dengan demikian, persepsi petani terhadap budidaya bawang merah dan cabai hasil SLT di Kecamatan Ngadirojo tergolong sangat baik.