Kompetensi lulusan mahasiswa UNS
perlu dipersiapkan sebelum memasuki dunia kerja yang menantang, salah satunya
dengan pencapaian kompetensi dalam berbahasa Inggris. Berdasarkan survey pra
penelitian peneliti, 82% dari 76 mahasiswa tingkat akhir di UNS mengaku
mengalami kecemasan berbahasa asing. Kecemasan berbahasa asing merupakan
perasaan takut, khawatir, serta kepercayaan irasional yang mampu menghambat
atau mengganggu performansi ketika belajar maupun berkomunikasi bahasa asing.
Faktor yang dapat mempengaruhi kecemasan berbahasa asing individu adalah
tingkat kecerdasan adversitas dan motivasi berprestasi dari individu.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan adversitas
dan motivasi berprestasi dengan kecemasan berbahasa asing pada mahasiswa
tingkat akhir program Sarjana di UNS.
Penelitian
ini menggunakan studi korelasi dengan sampel 367 mahasiswa tingkat akhir dari
sebelas fakultas yang ada di UNS yang diambil menggunakan disproportional random sampling. Penelitian ini menggunakan Skala
Kecemasan Berbahasa Asing (r=0.959),
Skala Kecerdasan Adversitas (r=0.945) dan Skala Motivasi Berprestasi (r= 0.882)
. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai F hitung sebesar 13.538 (F tabel =3.02;
Fhitung > Ftabel) dan (p=0.000 <0.05). Hal ini menunjukkan terdapat
hubungan yang signifikan antara kecerdasan adversitas dan motivasi berprestasi
dengan kecemasan berbahasa asing pada mahasiswa tingkat akhir. Nilai koefisien
korelasi dalam penelitian ini adalah 0.069 yang menunjukkan bahwa kontribusi
kecerdasan adversitas dan motivasi berprestasi dengan kecemasan berbahasa asing
yaitu 6.9% dengan nilai sumbangan efektif dari kecerdasan adversitas sebesar
5.1% sedangkan motivasi berprestasi sebesar 1.8% dan sisanya dipengaruhi oleh
variabel lain. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang
signifikan antara kecerdasan adversitas dan motivasi berprestasi dengan
kecemasan berbahasa asing pada mahasiswa tingkat akhir program sarjana di
Universitas Sebelas Maret.