Perkembangan karakter anak tidak hanya dipengaruhi oleh keluarga dan lingkungan
masyarakat, tetapi juga oleh media yang mereka konsumsi. Sebagai salah satu film
animasi Indonesia terpopuler tahun ini yang mencapai 10 juta penonton, Jumbo
menjadi referensi budaya yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk
menjelaskan representasi visual anak Indonesia melalui karakter-karakter dalam
film tersebut dan mengidentifikasi nilai-nilai sosial yang disampaikan di dalam
narasinya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Untuk
mencapai pemahaman mendalam mengenai lapisan visual dan naratifnya, peneliti
menggunakan Semiotika Roland Barthes untuk mendekonstruksi makna denotatif,
konotatif, dan mitos dari desain karakter tersebut. Selain itu, Teori Representasi
Stuart Hall diterapkan untuk mengkaji bagaimana karakter-karakter ini
mencerminkan identitas sosial dan realitas budaya anak-anak Indonesia. Temuan
penelitian mengungkapkan bahwa desain visual dari setiap karakter secara teliti
merepresentasikan realitas fisik dan gaya anak-anak Indonesia, khususnya
membangkitkan nostalgia dan karakteristik era tahun 2000-an. Di luar aspek
estetika, penceritaan dalam Jumbo berfungsi sebagai sarana penyampaian nilai-nilai
sosial yang esensial. Analisis tersebut mengidentifikasi tema-tema utama seperti
solidaritas, kesetiaan, empati, toleransi, kerja sama, dan gotong royong. Jumbo
bukan sekadar hiburan melainkan sebuah artefak budaya yang mencerminkan sikap
sosial dan identitas visual anak Indonesia, memberikan pengalaman menonton yang
relevan dan sarat nilai yang berkontribusi pada pembentukan karakter.