Sifat fisik tanah merupakan sifat tanah yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman karena akan menentukan penetrasi akar di dalam tanah. Akar tanaman tidak dapat berkembang dengan baik apabila tanah mengalami pemadatan, sehingga tanaman akan terganggu dalam menyerap air dan unsur hara. Penelitian mengenai sebaran nilai ketahanan penetrasi tanah di Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri penting dilakukan karena ketahanan penetrasi tanah akan menyebabkan kurang optimalnya kemampuan akar tanaman untuk menembus tanah sehingga mengurangi ketersediaan air dan serapan hara bagi tanaman. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sebaran ketahanan penetrasi tanah, pengaruh sumber keragaman, faktor penentu ketahanan penetrasi tanah, dan rekomendasi penggunaan lahan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif eksploratif melalui pendekatan survei dan analisis laboratorium. Penentuan titik sampel dilakukan secara purposive random sampling dengan pembuatan satuan peta lahan (SPL) skala 1:50.000 dari hasil tumpang susun atau overlay sumber keragaman berupa peta jenis penggunaan lahan, jenis tanah, kemiringan lereng, dan data curah hujan. Alat yang digunakan untuk mengukur ketahanan penetrasi tanah adalah Dynamic Cone Penetrometer (DCP). Nilai ketahanan penetrasi tanah di Kecamatan Jatipurno memiliki rentang 2,05 MPa hingga 6,81 MPa. Kelas ketahanan penetrasi tanah cukup tinggi seluas 2.631,28 ha (60,51%) dan tinggi seluas 1.716,87 ha (39,49%). Hasil pengujian ANOVA menunjukkan bahwa penggunaan lahan tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai ketahanan penetrasi tanah, sedangkan jenis tanah, kemiringan lereng, dan curah hujan berpengaruh signifikan terhadap nilai ketahanan penetrasi tanah. Nilai ketahanan penetrasi tanah memiliki korelasi positif yang signifikan dengan berat volume (r = 0,862; P-value = 0,000; N = 45) dan tekstur (r = 0,572; P-value = 0,000; N = 45). Kadar air, porositas, dan C-organik berkorelasi negatif terhadap ketahanan penetrasi tanah (r = -0,457 P-value = 0,002; N = 45); (r = -0,699; P-value = 0,000; N = 45); (r = -0,404; P-value = 0,006; N = 45). Berat volume dan tekstur yang tinggi akan meningkatkan ketahanan penetrasi tanah, sedangkan kadar air, porositas, dan C-organik tanah yang meningkat dapat menurunkan ketahanan penetrasi tanah. Diperlukan pengelolaan lahan yang lebih baik agar penggunaan lahan pertanian dapat ditingkatkan untuk keberlangsungan produksi pertanian seperti penerapan mulsa, peningkatan kandungan bahan organik, dan pengolahan tanah yang tepat guna menjaga ketahanan penetrasi tanah optimal.