Perkembangan era digital telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pola konsumsi, gaya hidup, serta cara manusia memaknai ruang dan interaksi. Sektor ekonomi kreatif di Indonesia mengalami perkembangan yang cukup pesat dan menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Dari berbagai subsektor yang ada, kriya dan desain produk termasuk yang memberikan kontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), bersanding dengan sub sektor kuliner. Produk kreatif dari sektor agribisnis seperti terrarium mini, mulai menunjukkan potensi pasar yang menjanjikan. Terrarium merupakan bentuk tanaman hias mini dalam wadah kaca atau plastik yang dirancang dengan tampilan yang indah. Produk ini memiliki daya tarik tersendiri karena tidak hanya berfungsi sebagai dekorasi, tetapi juga sebagai media edukasi tentang tanaman dan ekosistem mini. Pemasaran digital berbasis media sosial merupakan strategi yang sangat relevan untuk memperkenalkan dan memasarkan terrarium mini. Dengan memanfaatkan konten visual yang menarik, penyedia informasi edukatif, dan interaksi dua arah dengan audiens, pelaku usaha dapat memperkuat brand awareness, membangun kepercayaan konsumen, serta mendorong minat beli. Media sosial merupakan salah satu kanal komunikasi yang memiliki peran strategis dalam pemasaran di era digital. Platform seperti Instagram dan TikTok memungkinkan pelaku usaha untuk membangun brand awareness, memperluas jangkauan pasar, serta menyampaikan nilai produk melalui kombinasi konten visual, audio, dan narasi yang menarik. Tantangan utama dalam pemasaran produk kreatif seperti terrarium tidak hanya berkaitan dengan proses produksi, tetapi juga terletak pada efektivitas strategi pemasaran di era digital yang kompetitif. Pelaku usaha kreatif lokal, meskipun memiliki produk berkualitas sering kali gagal menjangkau pasar yang lebih luas karena keterbatasan anggaran, sumber daya, dan pengetahuan digital yang memadai.