Penulis Utama : Muhammad Nugie Zifi
NIM / NIP : S582108003

Latar Belakang: Infeksi menular seksual (IMS) menunjukkan peningkatan signifikan di Kabupaten Boyolali, dengan kenaikan kunjungan pemeriksaan sebesar 63,64% pada tahun 2024. Berbagai faktor psikososial, ekonomi, dan pendidikan diduga memengaruhi kerentanan terhadap IMS, namun bukti lokal masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor psikososial, ekonomi, dan tingkat pendidikan terhadap kejadian IMS pada pasangan usia reproduktif di Boyolali. Metode: Desain penelitian adalah facility-based case–control, melibatkan 80 pasangan (40 kasus dan 40 kontrol). Instrumen penelitian meliputi HPLP-II, DASS-21, Oslo-3, AUDITC, DAST-10, Skala Stigma IMS, dan SRBS. Analisis bivariat menggunakan uji chisquare/fisher’s exact, dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik. Nilai p < 0,05 dianggap signifikan. Hasil: Analisis bivariat menunjukkan bahwa faktor individu perempuan yang berhubungan signifikan dengan kejadian IMS adalah status bekerja (OR 2,79; 95% CI 1,12–6,90), paritas nulipara/primipara (OR referensi; multipara bersifat protektif, OR 0,15; 95% CI 0,04– 0,50), gangguan psikologis (OR 3,22; 95% CI 1,27–8,19), stigma sosial tinggi (OR 4,42; 95% CI 1,64–11,93), dan perilaku seksual berisiko (OR 7,74; 95% CI 2,51–23,81). Faktor psikososial laki-laki yang signifikan meliputi gaya hidup tidak sehat, dukungan sosial rendah/sedang, penggunaan alkohol berisiko, stigma sosial tinggi, dan perilaku seksual berisiko pasangan. Pada analisis multivariat, faktor paling berpengaruh dan independen yang berhubungan dengan IMS adalah faktor laki-laki, yaitu perilaku seksual berisiko (Adj OR 8.34; 95% CI 1,76–39,60), penggunaan alkohol berisiko (Adj OR 5,40; 95% CI 1,09– 26.69), dan dukungan sosial yang rendah/sedang (Adj OR 5,84; 95% CI 1,53–22,34). Faktor psikososial perempuan tidak lagi signifikan setelah penyesuaian. Kesimpulan: Kejadian IMS pada pasangan usia reproduksi di Boyolali lebih dipengaruhi oleh faktor laki-laki dibandingkan faktor individu perempuan. Perilaku seksual berisiko, penggunaan alkohol berisiko, dan rendahnya dukungan sosial pada laki-laki merupakan prediktor independen terkuat. Intervensi pencegahan IMS perlu mengadopsi pendekatan berbasis pasangan dan tidak hanya berfokus pada individu.

×
Penulis Utama : Muhammad Nugie Zifi
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : S582108003
Tahun : 2026
Judul : Faktor psikososial, ekonomi keluarga, dan pendidikan terkait kejadian infeksi menular seksual pada pasangan usia reproduksi di puskesmas boyolali
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Kedokteran - 2026
Program Studi : PPDS Obstetri Ginekologi
Kolasi :
Sumber :
Kata Kunci : infeksi menular seksual, faktor psikososial, perilaku seksual berisiko tinggi, stigma, dukungan sosial
Jenis Dokumen : Tesis
ISSN :
ISBN :
Link DOI / Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Dr. dr. Hafi Nurinasari, Sp.O.G, M.Kes.
2. Dr. dr. M. Adrianes Bachnas, Sp.O.G, Subsp.K.Fm
Penguji : 1. Dr. dr. Heru Priyanto Sp.O.G, Subsp Onk
2. Dr. dr. Abdurahman Laqif, Sp.O.G, Subsp F.E.R
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Kedokteran
×
Halaman Awal : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman Cover : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB I : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB II : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB III : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB IV : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB V : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB Tambahan : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Daftar Pustaka : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Lampiran : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.