Latar Belakang: Diabetes yang tidak terkontrol akan meningkatkan risiko komplikasi dan beban biaya perawatan. Terapi farmakologis dilakukan untuk mencapai kontrol glikemik optimal, tetapi pencapaian target glikemik pasien Diabetes Melitus Tipe 2 masih menjadi tantangan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola kepatuhan berobat terhadap pencapaian target glikemik pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Surakarta.Metode: Total 121 pasien dengan rentang usia 18–59 tahun diambil dari lima puskesmas di empat kecamatan Kota Surakarta. Kepatuhan diukur menggunakan metode gaps between refills yang diamati dari rekam medis pasien. Gula darah puasa digunakan sebagai indikator menilai pencapaian target glikemik. Analisis multivariat regresi logistik biner digunakan untuk mengetahui pengaruh kepatuhan berobat terhadap pencapaian target glikemik.Hasil: Pasien yang patuh berobat sebanyak 27,3% dan yang tidak patuh berobat 72,7%. Dari seluruhnya, sebanyak 28,1% pasien mencapai target glikemik dan sebanyak 71,9% pasien tidak mencapai target glikemik. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa pola kepatuhan berobat berpengaruh signifikan terhadap pencapaian target glikemik (p<0,001) setelah mengontrol variabel perancu. Pasien yang tidak patuh berobat akan memiliki kemungkinan 6,3 kali lebih tinggi untuk tidak mencapai target glikemik dibandingkan pasien yang patuh (aOR= 6,300; 95% CI = 2,471–16,062).Simpulan: Pola kepatuhan berobat memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pencapaian target glikemik pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Surakarta. Usia, jenis kelamin, durasi penyakit diabetes, jumlah obat, komorbid lain, dan jumlah komorbid tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap pencapaian target glikemik pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Surakarta.