Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya
keterampilan komunikasi tulisan peserta didik kelas IV yang ditandai dengan
kesulitan menyusun ide secara runtut, mengembangkan kalimat, dan menuliskan
informasi secara lengkap, serta belum optimalnya penerapan model pembelajaran
yang mengakomodasi keberagaman gaya belajar peserta didik. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model think-pair-share
menggunakan pembelajaran berdiferensiasi terhadap keterampilan berkomunikasi
peserta didik dalam pembelajaran IPAS kelas IV di SD Negeri se-Gugus I
Kecamatan Banjarsari. Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment
tipe non-equivalent control group design. Populasi penelitian adalah
seluruh peserta didik kelas IV SD Negeri se-Gugus I Kecamatan Banjarsari.
Sampel penelitian dipilih menggunakan teknik cluster random sampling,
yaitu SDN Cengklik sebagai kelas eksperimen (26 peserta didik) dan SDN Rejosari
sebagai kelas kontrol (26 peserta didik). Teknik pengumpulan data menggunakan
tes keterampilan komunikasi tulisan berupa pembuatan poster, angket gaya
belajar, dan dokumentasi. Instrumen penelitian divalidasi oleh ahli menggunakan
Aiken's V dan diuji reliabilitasnya menggunakan Cronbach's Alpha dengan
nilai 0,483 (kategori cukup reliabel). Teknik analisis data menggunakan uji
normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene, uji keseimbangan, dan
uji hipotesis independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan
nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,001 < 0,05 dan nilai t-hitung
(7,614) > t-tabel (2,009), yang berarti terdapat pengaruh signifikan model think-pair-share
menggunakan pembelajaran berdiferensiasi terhadap keterampilan komunikasi
tulisan peserta didik. Rata-rata nilai posttest kelas eksperimen (79,23)
lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (52,12). Semua indikator keterampilan
komunikasi tulisan mengalami peningkatan signifikan, dengan indikator
"kejelasan struktur tulisan" meningkat dari 55,77% menjadi 90,38% dan
indikator "membuat kesimpulan" meningkat dari 4,81% menjadi 54,81%.
Analisis SmartPLS-4 menunjukkan sintaks pair memberikan
kontribusi terbesar (koefisien = 0,023) terhadap model dengan R-square 0,160
(16%). Dengan demikian, model think-pair-share menggunakan pembelajaran
berdiferensiasi berpengaruh signifikan terhadap keterampilan komunikasi tulisan
peserta didik kelas IV dalam pembelajaran IPAS, dengan mengakomodasi
keberagaman gaya belajar (visual, auditori, kinestetik) dan menciptakan pembelajaran
yang inklusif serta kolaboratif.