Usaha budidaya ikan lele yang dilakukan oleh UMKM Dot Farm
Karanganyar masih dihadapkan pada sejumlah kendala, terutama
ketergantungan pada tengkulak serta minimnya nilai tambah produk akibat
dominasi penjualan dalam bentuk ikan segar. Permasalahan tersebut
menunjukkan perlunya pengembangan strategi diversifikasi usaha guna
meningkatkan daya saing dan keberlanjutan bisnis. Penelitian ini bertujuan
untuk menguji kelayakan diversifikasi usaha melalui pengembangan produk
sambal ikan lele asap pada UMKM Dot Farm. Metode penelitian yang
diterapkan adalah pendekatan deskriptif kualitatif yang diperkuat dengan
data kuantitatif. Data primer dikumpulkan melalui wawancara dan
penyebaran kuesioner dalam rangka uji pasar Minimum Viable Product
(MVP), sedangkan data sekunder diperoleh dari laporan internal usaha,
publikasi Badan Pusat Statistik, serta berbagai sumber literatur yang
relevan. Analisis kelayakan mencakup analisis segmentasi, targeting,
positioning (STP), produksi, persaingan, trend makro, mvp, peluang usaha,
lmc, pemasaran, keuangan, sumber daya manusia (SDM), serta aspek
sosial dan lingkungan. Penilaian ini dilengkapi dengan penggunaan Lean
Model Canvas (LMC) untuk menguji ide bisnis baru secara komprehensif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa diversifikasi usaha melalui produk
sambal ikan lele asap dinilai layak untuk diimplementasikan. Produk
memiliki peluang pasar yang menjanjikan, proses produksi dapat
dilaksanakan secara efisien pada skala UMKM, serta mampu
meningkatkan nilai tambah komoditas ikan lele. Dari aspek finansial, usaha
menunjukkan potensi keuntungan yang positif dengan periode
pengembalian yang relatif wajar. Selain itu, pengembangan usaha ini
berpotensi memberikan kontribusi sosial dan ekonomi yang positif bagi
pelaku usaha maupun masyarakat sekitar. Dengan demikian, diversifikasi
usaha sambal ikan lele asap dapat menjadi alternatif strategi
pengembangan bisnis yang berkelanjutan bagi UMKM Dot Farm
Karanganyar.