| Catatan Umum |
: |
Abstrak - Latar belakang. Sepsis neonatorum menjadi penyebab utama mortalitas neonatus dan masalah kesehatan global yang urgen. Berbagai upaya dilakukan untuk meminimalkan mortalitas sepsis neonatorum diantaranya melalui identifikasi marker inflamasi sistemik seperti kadar laktat dan albumin. Kombinasi kedua marker tersebut dilaporkan lebih baik untuk menilai prognosis pasien (anak dan dewasa) dengan kondisi kritis, namun potensinya pada neonatus sepsis yang dirawat di neonates intensive care unit (NICU) masih terbatas. Tujuan. Menganalisis kemampuan prediksi rasio laktat albumin pada mortalitas sepsis neonatorum di NICU. Metode. Studi kohort retrospektif yang menyertakan 91 pasien sepsis neonatorum yang dirawat di NICU RSUD Dr. Moewardi Surakarta pada April hingga Juni 2025. Neonatus 0-28 hari dengan data klinis dan laboratorium lengkap terutama kadar albumin dan laktat dipilih sebagai subjek. Neonatus dengan kelainan kongenital, syok sepsis, menerima transfusi eritrosit, trombosit, dan plasma darah selama minggu pertama dirawat, menerima pengobatan albuterol dan metformin, serta tidak memiliki kelengkapan data dikecualikan dari studi. Mortalitas sepsis neonatorum adalah kematian neonatus dengan sepsis di 28 hari pertama kehidupan (HPK). Rasio laktat albumin adalah hasil bagi kadar laktat dengan kadar albumin yang terteran dalam rekam medis pasien. Penetapan cut off optimal rasio laktat albumin didapat dari analisis kurva ROC, kemampuan prediksi dianalisis dengan uji cox regresi dan nilai hazard ratio (HR). Faktor confounding yang ikut diteliti meliputi jenis kelamin, hasil kultur, onset sepsi, dan berat badan lahir. Hasil. Analisis kurva ROC rasio laktat albumin pada mortalitas sepsis neonatorum menghasilkan area under curve (67,0%; IK95%:56,0-77,9%; p=0,006), cut off optimal ? 3,27; sensitivitas 32,1?n spesifisitas 100%. Rasio laktat albumin memiliki nilai prognosis yang lebih baik daripada kadar laktat ataupun albumin secara tunggal baik sebelum (HR=3,149; (IK95%=1,729-5,733; vs HR=1,861; IK95%=0,580-5,969 dan HR=2,359; IK95%=1,362-4,084) maupun setelah dikontrol dengan hasil kultur darah dan berat badan lahir (HR=2,949; (IK95%=1,502-5,790; vs HR=1,795; IK95%=0,558-5,775 dan HR=2,188; IK95%=1,205-3,972). Kesimpulan. Rasio laktat albumin menjadi prediktor independen mortalitas sepsis neonatorum di NICU. |