Rendahnya tingkat resiliensi yang kerap ditemukan pada orang tua Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) menunjukkan bahwa tidak semua individu mampu bertahan secara optimal di tengah tekanan pengasuhan yang kompleks. Kondisi ini menegaskan perlunya pemahaman yang lebih jelas mengenai faktor-faktor protektif yang dapat memperkuat resiliensi orang tua ABK. Dukungan pasangan sebagai faktor protektif eksternal dan welas diri (self-compassion) sebagai faktor protektif internal dipandang dapat berperan dalam memperkuat resiliensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan pasangan dan welas diri dengan resiliensi pada orang tua ABK di Surakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan korelasional, melibatkan 114 orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus yang diperoleh melalui teknik purposive sampling di sejumlah Sekolah Luar Biasa (SLB). Instrumen penelitian meliputi Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC), The Support in Intimate Relationships Rating Scale-Revised (SIRRS-R), dan Self-Compassion Scale (SCS), yang didistribusikan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, dukungan pasangan dan welas diri berhubungan signifikan (p < 0,001) dengan resiliensi dan memiliki kekuatan korelasi yang kuat (R = 0,605) pada orang tua ABK. Secara parsial, dukungan pasangan berhubungan positif dan signifikan (p < 0,001) dengan resiliensi dengan kekuatan sedang (r = 0,510). Selanjutnya, welas diri juga berhubungan positif dan signifikan (p < 0,001) dengan resiliensi dengan kekuatan sedang (r = 0,478). Temuan ini menunjukkan bahwa resiliensi orang tua dibangun melalui perpaduan antara faktor internal berupa kemampuan menerima dan memperlakukan diri dengan welas kasih, serta faktor eksternal berupa dukungan pasangan yang memberikan kenyamanan emosional, bantuan informasi, dan dukungan nyata. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan welas diri dan kualitas dukungan pasangan dalam upaya meningkatkan resiliensi orang tua anak berkebutuhan khusus di Surakarta.