Latar Belakang : Musculoskeletal disorder merupakan masalah kesehatan yang berhubungan dengan pekerjaan dan menjadi salah satu penyebab ketidakhadiran pekerja. Faktor risiko yang dapat menyebabkan keluhan musculoskeletal disorder adalah postur kerja yang tidak alamiah dan lingkungan kerja berupa getaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan postur kerja dan getaran mekanis dengan keluhan musculoskeletal disorder. Metode : Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik, dengan desain cross sectional. Responden penelitian dari pekerja unit spinning PT Bintang Makmur Sentosa Tekstil Industri sejumlah 110 responden dari 150 pekerja. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan metode Rapid Entire Body Assesment (REBA) untuk menilai postur kerja, vibration meter untuk mengukur getaran mekanis, dan kuesioner nordic body map (NBM) untuk menilai keluhan musculoskeletal disorder. Teknik analisis data menggunakan uji pearson product moment dan uji regresi linier berganda. Hasil : Hasil penelitian dengan uji korelasi pearson product moment menunjukkan bahwa ada hubungan signifikan antara postur kerja (p value= 0,000; r= 0.819 )dan getaran mekanis (p value=0.000 ; r= 0.951) dengan keluhan musculoskeletal disorder. Hasil uji regresi linier berganda menunjukkan postur kerja (p value= 0,000; B= 1,317) dan getaran mekanis (p value= 0,000; B= 179,428) berpengaruh terhadap keluhan musculoskeletal disorder. Proporsi pengaruh postur kerja dan getaran mekanis 91,8% terhadap keluhan musculoskeletal disorder. Simpulan : Terdapat hubungan signifikan dan pengaruh antara postur kerja dan getaran mekanis dengan keluhan musculoskeletal disorder. Kata Kunci : Keluhan Musculoskeletal Disorder, Postur Kerja, Getaran Mekanis