Khazbiika
Shahrinaz Anwar, G0022116, 2026. Pengaruh
Faktor-Faktor Risiko Diabetes Melitus Tipe 2 terhadap Stadium Gagal Ginjal
Kronis di RS UNS. Skripsi. Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas
Maret, Surakarta. Latar Belakang: Hiperglikemia merupakan penanda utama keadaan diabetes
melitus (DM) tipe 2. DM tipe 2 adalah penyakit metabolik kronis yang disebabkan
oleh resistensi maupun gangguan sekresi insulin. Penyakit ini dapat menyebabkan
berbagai gangguan mikrovaskular dengan salah satu komplikasinya yang paling
banyak diderita yaitu gagal ginjal kronis (GGK). Gagal ginjal kronis merupakan
penyakit akibat penurunan fungsi ginjal yang dapat dilihat dari angka laju
filtrasi glomerulus (LFG). Prevalensi DM tipe 2 serta gagal ginjal kronis di
seluruh dunia dan Indonesia terus naik. Berdasarkan hal tersebut, penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor risiko DM tipe 2 yang memengaruhi
stadium gagal ginjal kronis.Metode: Penelitian ini menggunakan
analisis observasional dengan metode cross-sectional terhadap 71 pasien
DM tipe 2 dengan gagal ginjal kronis stadium 1–4 yang dirawat di RS UNS pada
tahun 2024. Teknik analisis statistik secara multivariat menggunakan analisis
regresi logistik ordinal melalui pembentukan model, uji Goodness of Fit, uji
Likelihood Ratio, dan uji Wald. Hasil: Hasil uji
Wald menunjukkan bahwa usia (p = 0,033), tekanan darah sistolik (p
= 0,098), kadar gula darah sewaktu (GDS) (p = 0,022), dan kadar HbA1c (p
= 0,022) teridentifikasi sebagai faktor risiko yang berpengaruh signifikan
terhadap stadium gagal ginjal kronis. Sebaliknya, variabel seperti jenis
kelamin, indeks massa tubuh (IMT), tekanan darah diastolik, kadar gula darah
puasa (GDP), dan kadar kolesterol low-density lipoprotein (LDL) tidak
menunjukkan pengaruh yang signifikan.
Simpulan: Usia, tekanan darah sistolik, kadar GDS, dan
kadar HbA1c berpengaruh signifikan terhadap stadium gagal ginjal kronis
sedangkan jenis kelamin, IMT, kadar GDP, dan kadar kolesterol LDL tidak memiliki pengaruh yang signifikan.