Buah pisang merupakan golongan buah klimaterik. Buah pisang memiliki
karakteristik mudah rusak (perishable fruit). Buah pisang memiliki laju respirasi
yang tinggi. Teknologi ozon merupakan teknologi pengawetan ramah lingkungan
yang saat ini banyak dikembangkan. Penerapan ozon untuk pengawetan buah
pisang diharapkan mampu mempertahankan kualitas buah pisang selama
penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi waktu
paparan ozon (0 menit, 20 menit, 40 menit, 60 menit, dan 80 menit) terhadap atribut
fisik (susut bobot, rasio daging terhadap kulit/PTP, warna, kekerasan), atribut kimia
(Total Padatan Terlarut/TPT, pH, dan kadar air), serta atribut mikrobiologi (Angka
Lempeng Total bakteri dan Angka Lempeng Total kapang khamir). Penelitian
dilakukan menggunakan Rancangan Acak Faktorial. Hasil menunjukkan perlakuan
waktu paparan ozon berpengaruh signifikan (P<0,05) terhadap atribut fisik susut
bobot, rasio pulp to peel, kekerasan (bioyield point dan flesh firmness), dan warna,
atribut kimia (Total Padatan Terlarut, pH, kadar air), atribut mikrobiologi (Angka
Lempeng Total Bakteri dan Angka Lempeng Total Kapang Khamir). Waktu
penyimpanan berpengaruh signifikan (P<0,05) terhadap semua atribut mutu buah
pisang cavendish kecuali kadar air. Paparan ozon 40 menit merupakan perlakuan
terbaik. Buah pisang Cavendish memiliki karakteristik susut bobot 21,18±3,37%,
nilai rasio PTP 2,92±0,18%, nilai bioyield point 1601,71±278,44 gf, nilai flesh
firmness 272,49±58,91 gf, nilai L* 52,95±0,98, nilai a* -2,64±0,14, nilai
b*28,12±1,39, nilai TPT 1,2±0,00 °brix, nilai pH 4,0±0,05, nilai kadar air
67,15±0,71%, nilai ALT bakteri dan ALT kapang khamir masing 5,56±0,09 log
CFU/g dan 2,15±0,21 log CFU/g.