Pembelajaran
matematika menekankan proses berpikir dalam pemecahan masalah, namun terdapat
perbedaan proses berpikir siswa dalam menghadapi soal. Perbedaan ini dapat
terlihat melalui langkah Polya dan dapat dipengaruhi oleh tipe kepribadian. Siswa
sensing cenderung konkret dan prosedural, sedangkan siswa intuition lebih
konseptual dan fleksibel. Hal membuat pada pemahaman proses berpikir
berdasarkan tipe kepribadian penting untuk mendukung pembelajaran yang adaptif
dan berdiferensiasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses
berpikir siswa berdasarkan langkah pemecahan masalah Polya dalam memecahkan
soal cerita barisan dan deret aritmatika ditinjau dari tipe kepribadian sensing
dan intuition. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan
pendekatan deskriptif. Penelitian dilaksanakan di SMAN 4 Surakarta pada siswa
kelas X semester ganjil tahun ajaran 2025/2026. Subjek penelitian dipilih
menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria siswa memiliki
tipe kepribadian sensing dan intuition yang dominan dan mampu
menyelesaikan soal menggunakan langkah Polya. Teknik pengumpulan data meliputi
observasi, angket tipe kepribadian, tes tertulis, dan wawancara. Validitas data
dilakukan melalui triangulasi dan member check, sedangkan analisis data
dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa siswa bertipe sensing memiliki proses
berpikir yang sistematis, prosedural, dan berorientasi pada data konkret. Siswa
sensing menuliskan informasi secara rinci, menggunakan rumus yang telah
dipelajari, bekerja secara runtut sesuai prosedur, dan cenderung memeriksa
ulang dengan cara yang sama. Sementara itu, siswa bertipe intuition menunjukkan
proses berpikir yang lebih konseptual dan fleksibel. Siswa intuition
mampu menangkap inti masalah secara cepat, terbuka terhadap berbagai strategi
penyelesaian, lebih fleksibel dalam pelaksanaan langkah, serta menilai
kewajaran jawaban berdasarkan penalaran logis meskipun belum konsisten
melakukan verifikasi matematis alternatif. Simpulan penelitian ini menunjukkan
bahwa tipe kepribadian sensing dan intuition memengaruhi karakteristik proses
berpikir siswa pada setiap langkah pemecahan masalah Polya. Siswa sensing
cenderung sistematis dan prosedural, sedangkan siswa intuition lebih global dan
konseptual. Oleh karena itu, pembelajaran matematika perlu dirancang secara
fleksibel dan berdiferensiasi agar dapat mengakomodasi perbedaan proses
berpikir siswa. Guru disarankan memberikan pembelajaran yang menyeimbangkan
pendekatan prosedural dan konseptual serta membiasakan siswa melakukan refleksi
dan pemeriksaan kembali terhadap solusi yang diperoleh.