AVIDA IZDIHARNINGTYAS, D0221014. PENGARUH TERPAAN KONTEN, RELEVANSI
PESAN, DAN ELECTRONIC WORD OF MOUTH (E-WOM) DI AKUN INSTAGRAM @indonesiapeduli.official
TERHADAP TINGKAT KEPERCAYAAN DAN DUKUNGAN DONASI AUDIENS PADA GERAKAN SOSIAL
FREE PALESTINE Skripsi, Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan
Politik, Universitas Sebelas Maret Surakarta, 2026.Perkembangan
teknologi komunikasi digital menjadikan media sosial sebagai ruang strategis
dalam pembentukan sikap dan partisipasi publik terhadap isu kemanusiaan.
Penelitian ini menempatkan terpaan konten, relevansi pesan, dan electronic
word of mouth (e-WOM) dalam pembentukan sikap (kepercayaan) audiens dan
dukungan donasi pada gerakan sosial Free Palestine melalui akun
Instagram @indonesiapeduli.official. Penelitian ini menggunakan gagasan
teoritik terpaan media (media exposure) dan Elaboration Likelihood
Model (ELM). Terpaan konten dipahami sebagai frekuensi, durasi, dan atensi
paparan yang membangun peluang terjadinya elaborasi pesan. Berdasarkan ELM,
sikap terbentuk melalui jalur sentral yang dipicu oleh relevansi pesan dan
jalur periferal yang dipengaruhi oleh e-WOM. Rekomendasi dan komentar pengguna
lain berfungsi sebagai validasi dalam menilai kredibilitas akun dan pesan.
Sikap (kepercayaan) yang terbentuk selanjutnya menjadi dasar bagi munculnya
dukungan donasi.Penelitian
ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan survei daring terhadap 100
responden yang pernah berinteraksi (like/komentar) dengan konten terkait
Free Palestine pada akun Instagram @indonesiapeduli.official. Data dikumpulkan
melalui kuesioner Google Form dan dianalisis menggunakan PLS-SEM. Hasil analisis
data menunjukkan bahwa model menjelaskan variasi sikap (kepercayaan) sebesar R²
= 0,373 dan dukungan donasi sebesar R² = 0,267. Relevansi pesan berpengaruh
signifikan terhadap sikap (β = 0,304; p = 0,004) dan e-WOM berpengaruh
signifikan terhadap sikap (β = 0,267; p = 0,047), sedangkan terpaan konten
tidak berpengaruh signifikan terhadap sikap (β = 0,211; p = 0,053). Sikap
(kepercayaan) berpengaruh kuat terhadap dukungan donasi (β = 0,517; p <
0,001; f2 = 0,364). Uji mediasi menunjukkan bahwa sikap memediasi
secara signifikan hubungan relevansi pesan terhadap dukungan donasi (β = 0,157;
p = 0,002) tetapi tidak memediasi hubungan terpaan konten maupun e-WOM terhadap
dukungan donasi.
Temuan ini menegaskan
bahwa dalam kampanye kemanusiaan terkait donasi di media sosial, pemaknaan
personal atas pesan dan validasi sosial merupakan faktor penting pembentuk
sikap yang mendorong donasi. Sementara itu paparan konten semata belum cukup
menghasilkan sikap positif atau tingkat kepercayaan. Studi ini berkontribusi
pada pengembangan ELM dalam konteks aktivisme digital dan strategi komunikasi
gerakan sosial berbasis Instagram.