Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis tingkat ketersediaan dan kelayakan sarana-prasarana cabang
olahraga judo di bawah naungan KONI Surakarta tahun 2025. Fokus utama
penelitian adalah membandingkan kondisi aktual fasilitas latihan atlet dengan
regulasi standar internasional yang ditetapkan oleh International Judo
federation (IJF) untuk pencapaian prestasi atlet secara optimal.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif
dengan pendekatan studi kasus yang menggunakan Teknik pengumpulan data
observasi langsung, wawancara mendalam dengan pengurus KONI, pelatih, atlet dan
studi dokumentasi. Instrument penelitian divalidasi oleh lima ahli menggunakan
metode Content Validity Index (Ave-CVI 1.00) dan keabsahan data diuji
dengan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data menggunakan
analisis deskriptif kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan adanya
ketidaksesuaian yang nyata dalam ketersediaan dan kelayakan sarana judo di KONI
Surakarta, yang ditandai dengan ketergantungan pada fasilitas eksternal serta
belum tersedianya sarana-prasarana milik institusi. Sarana utama seperti
tatami, judogi, dan sabuk memang tersedia, namun seluruhnya berasal dari
sumbangan atau kepemilikan pribadi. Sementara itu, fasilitas penting seperti
penimbang berat badan, peralatan medis (P3K), dan pengatur waktu belum
tersedia, sehingga berpotensi menghambat efektivitas pembinaan dan meningkatkan
risiko keselamatan atlet. Meskipun lapangan Toraja Sport telah memenuhi standar
sebagai prasarana utama, kekurangan signifikan terdapat pada prasarana
pendukung, meliputi ruang medis, ruang pemulihan, ruang ganti, dan area
pemanasan yang belum tersedia. Kondisi tersebut secara sistematis berdampak
pada kualitas latihan dan berpotensi menurunkan prestasi atlet akibat
meningkatnya risiko cedera.Implikasi dari temuan ini
menunjukkan bahwa keterbatasan sarana dan prasarana menjadi hambatan strategis
bagi pembinaan atlet, mengurangi efektivitas latihan teknik, dan mengancam
keberlanjutan prestasi. Kondisi ini juga menunjukkan adanya kebutuhan prioritas
dalam investasi fasilitas judo yang sesuai standar minimum untuk pembinaan
prestasi atlet.
Kata
Kunci: Ketersediaan, Kelayakan, Sarana-prasarana judo,
Pembinaan Atlet, Standar IJF.