Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketersediaan dan mengevaluasi
kelayakan fungsional prasarana Velodrome Manahan serta sarana latihan cabang
olahraga balap sepedadi KONI Surakarta. Kelayakan dinilai berdasarkan standar
Union Cycliste Internationale (UCI) Track Regulation Part-3, Track Venue Guide,
dan Permenpora No. 15 Tahun 2022.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi
kasus ini menggunakan teknik pengumpulan data observasi langsung, wawancara
mendalam dengan 1 manajer, 5 pelatih/pemain, serta studi dokumentasi di lokasi
Velodrome Manahan. Instrumen penelitian divalidasi oleh lima ahli dengan metode
Content Validity Index (Ave-CVI 1.00) dan keabsahan data diuji menggunakan
triangulasi sumber. Analisis data menggunakan gap analysis.
Hasil penelitian menunjukkan adanya polarisasi pada fasilitas Velodrome
Manahan, ditandai dengan kombinasi zero gap struktural dan major gap operasional
yang kritis. Prasarana utama mencapai kepatuhan fungsional tinggi (zero gap) pada
aspek dimensi lintasan (333m x 7m) dan kemiringan tikungan (42°-45°). Namun
terindikasi major gap kritis pada permukaan lintasan yang retak dan tidak rata serta
ketiadaan sistem penerangan (<300 lux) yang menghambat latihan malam.
Prasarana pendukung menunjukkan major gap sistmetik akibat ketiadaan ruang
medis permanen, ruang pemulihan, dan fisioterapi. Hal ini melanggar standar
keselamatan wajib UCI menginta resiko tinggi pada balap sepeda. Fasilitas sarana
latihan menunjukkkan major gap signifikan pada ketersediaan peralatan, hanya
tersedia lima unit sepeda track dari standar minimal sepuluh unit, serta ketiadaan
wheelset cadangan, dan track standyang diwajibkan untuk program pengembangan
atlit. Hal ini secara fundamental menghambat kelayakan fasilitas tersebut untuk
kompetisi tingkat tinggi dan latihan modern.
Tingkat ketersediaan sarana dan prasarana di Velodrome Manahan masih
timpang. Infrastruktur fisik lintasan telah tersedia dan memenuhi standar teknis
(zero gap), namun ketersediaan peralatan latihan vital seperti jumlah unit sepeda
track dan perangkat analisis digital masih sangat minim. Jika ditinjau dari standar
UCI, tingkat kelayakan venue didominasi oleh kategori major gap, khususnya pada
ketiadaan fasilitas medis, aspek keselamatan, dan ruang penunjang operasional.
Disimpulkan bahwa Velodrome Manahan telah layak secara struktur bangunan,
namun belum memenuhi standar kelayakan fungsional untuk penyelenggaraan
kompetisi resmi maupun program pembinaan prestasi tingkat tinggi