Athallah Nur Hudan.O0222025. ANALISIS KETERSEDIAAN DAN
KELAYAKAN SARANA-PRASARANA CABANG OLAHRAGA
BARONGSAI DI KONI SURAKARTA TAHUN 2025.
Tugas Akhir skripsi.Surakarta: Fakultas Keolahragaan Universitas Sebelas
Maret Surakarta. Desember 2025.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ketersediaan dan
kelayakan sarana dan prasarana cabang olahraga Barongsai pada KONI Kota
Surakarta pada tahun 2025. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan
metode studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan membandingkan kondisi aktual
sarana dan prasarana dengan standar International Competition and Judging Rules
of WuLong, NanShi, dan BeiShi (2011).
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi
kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara
dengan pengurus dan pelatih, serta studi dokumentasi. Analisis data dilakukan
dengan membandingkan kondisi aktual sarana dan prasarana dengan standar
International Competition and Judging Rules of WuLong, NanShi, dan BeiShi
(2011).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan sarana dan prasarana
Barongsai di KONI Surakarta pada umumnya cukup untuk mendukung latihan
dasar. Sarana utama seperti kepala Barongsai, alat musik pengiring, dan panggung
meja tersedia dalam jumlah memadai. Namun demikian, prasarana inti seperti
dimensi lapangan latihan belum memenuhi standar, kondisi lapangan outdoor tidak
layak saat cuaca buruk, serta fasilitas latihan indoor dan prasarana pendukung
lainnya masih terbatas. Dari aspek kelayakan, sebagian besar sarana masih dapat
digunakan, tetapi sarana latihan khusus seperti tonggak masih menggunakan model
lama yang kurang efisien dan belum sesuai standar kompetisi.
Dapat disimpulkan bahwa Tingkat ketersediaan sarana dan prasarana
cabang olahraga Barongsai di naungan KONI Kota Surakarta pada tahun 2025
berada pada kategori cukup untuk mendukung pelaksanaan latihan dasar. Sarana
utama seperti kepala Barongsai, alat musik pengiring, dan panggung meja tersedia
dalam jumlah memadai, namun ketersediaan prasarana inti seperti lapangan latihan
sesuai standar, fasilitas indoor, dan sarana latihan khusus masih terbatas. Tingkat
kelayakan sarana dan prasarana Barongsai di KONI Kota Surakarta berdasarkan
standar International Competition and Judging Rules of WuLong, NanShi, dan
BeiShi (2011) menunjukkan bahwa fasilitas yang ada belum sepenuhnya memenuhi
standar kompetisi internasional. Kesenjangan utama terletak pada dimensi dan
kondisi lapangan latihan, keterbatasan sarana tonggak yang masih menggunakan
model lama, serta minimnya prasarana pendukung, sehingga pembinaan prestasi
belum dapat berjalan secara optimal.