Ilham Maulana Nuswantara. O0122066. Analisis Ketersediaan dan Kelayakan Sarana-Prasarana Cabang Olahraga Sepak Takraw di KONI Surakarta Tahun 2025. Skripsi. Fakultas Keolahragaan, Universitas Sebelas Maret Surakarta, November 2025.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat ketersediaan sarana dan prasarana cabang olahraga sepak takraw di KONI Surakarta pada tahun 2025 dan mengevaluasi tingkat kelayakannya berdasarkan standar ISTAF, PSTI, Permenpora Nomor 0445 Tahun 2014, dan UU Nomor 12 Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi pengurus KONI Surakarta dan atlet cabang olahraga sepak takraw. Teknik validasi data menggunakan triangulasi sumber untuk memastikan keabsahan informasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan sarana dan prasarana sepak takraw di KONI Surakarta tergolong cukup, namun belum sepenuhnya memenuhi standar. Beberapa fasilitas utama seperti lapangan, tiang, net, dan bola sudah sesuai ketentuan ISTAF, tetapi fasilitas pendukung seperti ruang wasit dan ruang medis belum tersedia. Fasilitas ruang ganti perlu ditingkatan serta pembaruan perlengkapan latihan fungsional. Hasil ini menunjukkan bahwa keterbatasan fasilitas berdampak langsung terhadap efektivitas latihan dan kesiapan atlet menghadapi kompetisi. Oleh karena itu, KONI Surakarta perlu melakukan perencanaan pengadaan dan pemeliharaan fasilitas secara berkala agar pembinaan prestasi sepak takraw dapat berlangsung optimal. GOR indoor FKOR UNS memiliki kelayakan fungsional yang sangat baik pada aspek teknis utama sepak takraw, dengan kepatuhan penuh terhadap standar ISTAF/Permenpora untuk dimensi lapangan dan sarana latihan, sehingga layak digunakan untuk kompetisi internasional. Namun, terdapat kesenjangan serius pada aspek keselamatan dan keamanan, terutama ketiadaan ruang medis serta belum memadainya sistem keamanan dan proteksi kebakaran (CCTV, control room, alarm, dan detektor asap). Kondisi ini menunjukkan polarisasi kelayakan yang ekstrem antara aspek teknis olahraga yang unggul dan aspek keselamatan yang masih belum memenuhi standar regulasi.