Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
tingkat ketersediaan serta mengevaluasi kelayakan fungsional sarana dan
prasarana tenis lapangan di bawah pembinaan KONI Kota Surakarta. Penilaian
kelayakan dilakukan dengan mengacu pada standar International Tennis
Federation (ITF), Persatuan Lawn Tenis Indonesia (PELTI), serta Permenpora
Nomor 15 Tahun 2022 tentang standar sarana dan prasarana olahraga prestasi. Penelitian kualitatif ini
menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan
data meliputi observasi langsung kondisi lapangan dan fasilitas pendukung,
wawancara mendalam dengan pengelola, pelatih, dan atlet tenis lapangan, serta
studi dokumentasi pada lokasi penelitian. (observasi 18 butir, wawancara
pengelola/ pengurus koni 9 butir sedangkan wawancara pelatih/pemain 6 butir)
memiliki validitas isi sempurna (Ave-CVI = 1.00). Hasil penelitian menunjukkan adanya
ketimpangan antara ketersediaan dan kelayakan fasilitas tenis lapangan. Secara
ketersediaan, lapangan inti telah tersedia dan dapat digunakan untuk aktivitas
latihan dasar, namun kualitas permukaan lapangan, sistem drainase, serta
penerangan belum merata dan belum sepenuhnya memenuhi standar ITF dan PELTI.
Prasarana pendukung menunjukkan adanya major gap, ditandai dengan keterbatasan
ruang ganti, ketiadaan ruang medis dan pemulihan, serta minimnya fasilitas
pendukung atlet. Pada aspek sarana latihan, masih ditemukan kekurangan
peralatan modern dan sarana pendukung latihan yang berorientasi prestasi,
sehingga menghambat efektivitas pembinaan jangka panjang. Disimpukan sarana dan prasarana
tenis lapangan di bawah pembinaan KONI Kota Surakarta pada dasarnya telah
memenuhi kebutuhan minimum latihan, namun belum layak secara fungsional untuk
mendukung pembinaan prestasi dan penyelenggaraan kompetisi