Dalam dinamika industri ritel yang kompetitif, kepuasan kerja (job satisfaction) menjadi faktor krusial yang menentukan stabilitas dan produktivitas organisasi. Data internal menunjukkan adanyavariasi tingkat kebahagiaan karyawan yang dipengaruhi oleh kualitas interaksi sosial, yang jika tidak dikelola dengan baik, berpotensi menghambat efektivitas operasional perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dukungan sosial melalui mekanisme Leader-Member Exchange (LMX) dan Dukungan Rekan Kerja (DRK) terhadap kepuasan kerja, serta menguji peran Perceived Organizational Support (POS) sebagai variabel mediasi dalam memperkuat hubungan tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner dengan skala Likert 4 poin kepada karyawan Head Office perusahaan ritel di Indonesia. Pengambilan sampel dilakukan melalui teknik non-probability convenience sampling. Pengolahan dan analisis data menggunakan metode Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (PLS-SEM) untuk menguji validitas model pengukuran serta signifikansi hubungan antar variabel dalam model struktural. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kualitas hubungan atasan-bawahan (LMX) dan dukungan rekan kerja (DRK) secara signifikan membentuk persepsi positif karyawan terhadap dukungan organisasi (POS). Lebih lanjut, POS terbukti menjadi pendorong utama dalam meningkatkan kepuasan kerja dan menjalankan peran mediasi yang kuat antara dukungan sosial dengan kepuasan kerja. Temuan ini mengindikasikan bahwa interaksi sosial yang positif tidak hanya berdampak langsung, tetapi juga membangun keyakinan bahwa organisasi peduli terhadap kesejahteraan karyawan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan aspek LMX, DRK, dan POS merupakan strategi efektif untuk menjaga iklim kerja yang suportif. Implikasi praktisnya mencakup rekomendasi bagi manajemen untuk menginisiasi program pengembangan kepemimpinan dan aktivitas kolaborasi tim guna menciptakan SDM yang loyal dan produktif di tengah dinamika industri.