Gedung Olahraga di kawasan Solo Baru merupakan fasilitas publik yang dibutuhkan untuk mewadahi kegiatan olahraga, rekreasi, dan interaksi sosial masyarakat di kawasan peri-urban Sukoharjo. Perkembangan Solo Baru yang pesat sebagai kawasan penyangga Kota Surakarta telah mendorong peningkatan jumlah penduduk dan aktivitas perkotaan, namun belum diimbangi dengan ketersediaan fasilitas olahraga publik yang memadai. Di sisi lain, keberadaan eks GOR Pandawa yang saat ini tidak berfungsi memiliki potensi untuk dikembangkan kembali menjadi ruang publik yang mampu mengakomodasi berbagai kebutuhan masyarakat. Penelitian ini bertujuan merancang Gedung Olahraga sebagai ruang publik di kawasan peri-urban Sukoharjo yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana olahraga indoor, tetapi juga sebagai wadah kegiatan sosial, komunitas, dan berbagai aktivitas publik lainnya dengan arsitektur adaptif. Metode perancangan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui identifikasi permasalahan, pengumpulan data lapangan dan studi literatur, analisis kebutuhan ruang, serta perumusan konsep desain berdasarkan karakteristik kawasan dan kebutuhan pengguna. Hasil perancangan menunjukkan bahwa gedung olahraga dapat dikembangkan sebagai ruang publik yang inklusif melalui penyediaan arena olahraga multifungsi, ruang komunal, area terbuka publik, serta fasilitas pendukung yang mampu menampung berbagai kegiatan masyarakat. Perancangan juga mempertimbangkan aspek aksesibilitas, fleksibilitas ruang, dan keterhubungan dengan lingkungan sekitar sehingga bangunan tidak hanya berfungsi sebagai sarana olahraga, tetapi juga menjadi pusat aktivitas masyarakat yang mendukung kualitas hidup dan interaksi sosial di kawasan peri-urban Sukoharjo.