Fenomena Urban Heat Island (UHI) merupakan peningkatan suhu pada
kawasan perkotaan yang dipengaruhi oleh perubahan tutupan lahan dan
intensifikasi aktivitas perkotaan. Kawasan Perkotaan Klaten mengalami perkembangan
kawasan terbangun yang berpotensi meningkatkan suhu permukaan dan membentuk
fenomena UHI. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penyediaan Ruang Terbuka
Hijau Publik sebagai upaya mitigasi suhu perkotaan. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis tren fenomena UHI, mengidentifikasi kelayakan lokasi
penyediaan RTH, dan menentukan lokasi prioritas RTH di Kawasan Perkotaan
Klaten. Penelitian menggunakan
pendekatan kuantitatif dengan analisis penginderaan jauh dan Sistem Informasi
Geografis (SIG). Fenomena UHI diidentifikasi melalui analisis Land Surface
Temperature (LST) menggunakan citra Landsat tahun 2001, 2018, dan 2024.
Analisis kelayakan lokasi RTH dilakukan dengan metode skoring dan overlay
berdasarkan 9 kriteria, kemudian di-overlay dengan hasil analisis UHI
untuk menentukan lokasi prioritas RTH. Hasil penelitian
menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan suhu permukaan dan perluasan
fenomena UHI selama periode 2001–2024 yang ditandai oleh meluasnya area panas
dari pusat kota menuju wilayah pinggiran. Fenomena tersebut berkaitan dengan
peningkatan lahan terbangun, berkurangnya vegetasi, dan aktivitas antropogenik.
Kelayakan lokasi RTH dipengaruhi oleh faktor ekologis, sosial, ekonomi, dan
kebijakan, sedangkan lokasi prioritas RTH umumnya berada pada lahan
non-terbangun dengan tingkat kelayakan tinggi yang berdekatan dengan zona UHI.
Selain itu, RTH Tipologi C dapat menjadi alternatif pada kawasan dengan
intensitas UHI tinggi yang didominasi lahan terbangun.