Penelitian ini bertujuan menganalisis besarnya pendapatan usaha penarik bendi dan besarnya persentase kontribusi usaha bendi terhadap pendapatan keluarga di Kota Surakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling yang dilaksanakan pada tiga lokasi, yaitu Alun-alun Kidul, Lapangan Manahan, dan Taman Jaya Wijaya Kota Surakarta. Adapun kriteria responden dalam penelitian ini mencakup penarik bendi yang telah bekerja selama minimal 2 tahun serta memiliki ternak kuda. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi pustaka dengan melibatkan 30 responden penarik bendi di Kota Surakarta. Analisis data menggukanan metode analisis deskriptif kuantitatif, analisis pendapatan dan analisis kontribusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal yang diperlukan dalam usaha bendi mencapai Rp20.388.739,00, dengan penerimaan sebesar Rp 63.745.454,00. Total biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 36.297.118,00, sehingga pendapatan bersih yang diperoleh adalah Rp27.448.336,00. Analisis R/C menghasilkan nilai 1,75 yang mengindikasikan bahwa usaha bendi layak dan menguntungkan. Kontribusi pendapatan usaha bendi terhadap pendapatan keluarga apabila dijadikan pekerjaan utama mencapai 100%, sedangkan apabila dijadikan sebagai pekerjaan sampingan memiliki rata-rata kontribusi sebesar 23,12%, sehingga terdapat dalam golongan rendah. Kesimpulan penelitian ini bahwa usaha bendi memberikan kontribusi besar apabila dijadikan pekerjaan utama, namun memberikan kontribusi yang rendah apabila dijadikan sebagai pekerjaan sampingan bagi keluarga penarik bendi di Kota Surakarta.