Latar belakang: Pendidikan anatomi merupakan bagian dari kurikulum mendasar yang penting dalam pendidikan kedokteran. Pengetahuan anatomi semakin berkembang namun tidak diimbangi dengan penambahan waktu belajar bagi mahasiswa. Pengetahuan anatomi penting digunakan dalam penerapan konteks praktek klinis, sehingga perlu adanya kurikulum yang terfokus pada materi inti. Selain itu waktu yang tersedia untuk mengajar anatomi dapat digunakan secara efektif untuk menciptakan lingkungan belajar yang optimal. Kasus klinis pada sistem respirasi membutuhkan pemahaman materi anatomi yang mendalam. Ini menjadi landasan peneliti untuk mendapatkan tujuan pembelajaran sistem respirasi untuk mahasiswa kedokteran sebagai bagian dari pengembangan kurikulum kedokteran di Indonesia. Metode penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode Delphi 2 putaran. Subjek penelitian adalah dosen anatomi di Indonesia berjumlah 20 orang yang dipilih melalui purposive sampling. Kuesioner awal disusun oleh peneliti berdasarkan modifikasi penelitian Mulianingsih (2017). Delphi putaran pertama panel diminta untuk memilih domain kognitif Taksonomi Bloom antara C1-C6 yang penting dan menuliskan tujuan pembelajaran yang sesuai dengan materi. Kemudian, Delphi putaran kedua panel memberi rangking tujuan pembelajaran menggunakan likert scale 1-4. Level konsensus yang ditetapkan peneliti sebesar 80%. Hasil penelitian: Pada Delphi putaran pertama didapatkan 45 tujuan pembelajaran dari 108 materi inti dengan domain kognitif C2-C3. Hasil Delphi putaran kedua 42 tujuan pembelajaran yang kemudian dikonsultasikan ke ahli anatomi sistem respirasi dengan hasil konsensus 37 tujuan pembelajaran. Simpulan penelitian: Konsensus dosen anatomi menghasilkan 37 tujuan pembelajaran dari keseluruhan materi anatomi sistem respirasi dengan domain kognitif antara C2-C3. Kata kunci : anatomi, tujuan pembelajaran, sistem repirasi, konsensus dosen, metode Delphi.