Anggrek
vanda (Vanda sp.) merupakan salah satu jenis anggrek yang banyak
diminati masyarakat karena keindahan dan kecantikan bunganya. Menurut
Hartati et al. (2014), anggrek vanda dengan keanekaragaman warna dan berbagai
variasinya menyebabkan anggrek vanda tidak pernah surut dari penggemarnya yang
menjadikannya sebagai salah satu indukan untuk anggrek hibrida, banyak
dikoleksi, dan diperjual-belikan. Permintaan pasar terhadap persediaan anggrek
yang cukup besar dibutuhkan penyediaan benih anggrek yang unggul dan
berkualitas dalam jumlah yang besar melalui kultur jaringan. Aklimatisasi merupakan
tahap akhir dari kultur jaringan yang bertujuan untuk mengkondisikan benih yang
sebelumnya hidup di dalam botol agar selanjutnya dapat hidup di lingkungan luar
botol. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh penyungkupan dan perendaman IAA terhadap pertumbuhan
anggrek vanda tahap aklimatisasi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret - Agustus 2022 di green
house yang terletak di Gunungsari, Ngringo, Jaten,
Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini
menggunakan rancangan tersarang (nested design) yang terdiri dari 2
faktor yaitu perlakuan IAA yang tersarang pada perlakuan sungkup. Perlakuan
sungkup (S) sebagai faktor sarang terdiri dari 2 taraf, yaitu tanpa sungkup
(S1) dan sungkup (S2). Perlakuan IAA (I) sebagai faktor dalam sarang terdiri
dari 2 taraf, yaitu tanpa IAA (I1) dan IAA 50 ppm (I2). Data yang diperoleh dianalisis
menggunakan analisis kovarian (ANCOVA) dan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) dengan
taraf kesalahan 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyungkupan
tidak meningkatkan pertumbuhan anggrek vanda tahap aklimatisasi dan perendaman
IAA 50 ppm meningkatkan jumlah akar 12 MST dan jumlah daun 24 MST anggrek vanda
tahap aklimatisasi.