Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi beban kerja pada Credit Risk Analysis (CRA) SME Department PT X (Persero) Tbk Regional Office Yogyakarta serta merumuskan rekomendasi pengelolaan beban kerja yang lebih optimal. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan mengintegrasikan analisis kuantitatif melalui metode FullTime Equivalent (FTE) dan analisis kualitatif melalui wawancara semiterstruktur. Data kuantitatif diperoleh dari aktivitas dan durasi pekerjaan empat analis, sedangkan data kualitatif digunakan untuk memvalidasi serta memperdalam temuan numerik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh analis berada dalam kategori overload dengan total FTE unit sebesar 6,58, sementara jumlah analis aktual hanya empat orang. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara kapasitas waktu kerja efektif dan volume pekerjaan yang harus diselesaikan. Temuan wawancara menguatkan hasil tersebut melalui indikasi lembur rutin, tekanan deadline, ketergantungan pada kelengkapan data unit bisnis, serta ketidaksesuaian antara SLA dan kompleksitas kredit. Dalam perspektif Perencanaan SDM, kondisi ini mencerminkan gap antara workforce demand dan workforce supply. Berdasarkan Job Demands–Resources Theory, dominasi tuntutan kerja tanpa dukungan sumber daya yang memadai berpotensi meningkatkan strain dan risiko penurunan kualitas analisis kredit. Penelitian merekomendasikan optimalisasi proses dan Service Level Agreement (SLA) atau standar waktu penyelesaian layanan sesuai kompleksitas kredit, peningkatan intensitas program CRA Mengajar, penyesuaian jumlah tenaga kerja berbasis FTE, serta pengukuran beban kerja secara berkala sebagai bagian dari sistem perencanaan SDM yang proaktif.