Kesejahteraan finansial menjadi isu yang semakin mendapat perhatian berbagai pihak. Kelompok usia muda, khususnya mahasiswa pada fase emerging adulthood, menghadapi tantangan pengelolaan keuangan yang lebih kompleks seiring meningkatnya tuntutan kemandirian finansial. Dalam konteks tersebut, sikap dan perilaku keuangan sering dikaitkan dengan kesejahteraan finansial. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran mediasi perilaku keuangan dalam hubungan antara sikap keuangan dan kesejahteraan finansial mahasiswa, dengan mengontrol biaya hidup. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Partisipan penelitian merupakan mahasiswa rantau yang diperoleh dengan purposive sampling. Data dikumpulkan secara daring dengan kuesioner yang terdiri dari InCharge Financial Distress/Financial Well-being (IFDFW) yang telah diadaptasi ke bahasa Indonesia, serta Financial Attitude Scale dan Financial Behavior Scale yang diadaptasi oleh peneliti. Penelitian diawali dengan validasi skala melalui penilaian ahli (N=2), uji keterbacaan (N=10), dan Confirmatory Factor Analysis (N=228) menggunakan Mplus yang menunjukkan ketiga skala memenuhi kriteria kesesuaian model (RMSEA, CFI, TLI, dan SRMR). Analisis dilakukan menggunakan analisis mediasi sederhana (N=306) melalui PROCESS Macro dengan pendekatan bootstrapping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efek tidak langsung tidak signifikan, sehingga perilaku keuangan tidak menjembatani jalur mediasi antara sikap keuangan dan kesejahteraan finansial. Pada pengujian hubungan langsung sikap keuangan menunjukkan hubungan positif dengan perilaku keuangan dan kesejahteraan finansial. Namun, perilaku keuangan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kesejahteraan finansial. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan literatur psikologi ekonomi sekaligus menjadi pertimbangan dalam perancangan edukasi finansial mahasiswa.