Sustainable settlement merupakan konsep permukiman yang memperhatikan keberlanjutan terhadap lingkungan sekitar. Konsep ini dirancang untuk melihat ketersediaan dan kebutuhan suatu lingkungan permukiman yang cukup untuk memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengorbankan kebutuhan di masa yang akan datang. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih bertahannya kondisi kekumuhan di kawasan tersebut, yang ditandai dengan tingginya kepadatan bangunan, pola permukiman yang tidak teratur, infrastruktur yang kurang memadai, serta pelayanan lingkungan yang belum optimal, meskipun berbagai program peningkatan kualitas kawasan telah dilaksanakan sebelumnya. Dilakukannya penelitian ini untuk melihat prioritas faktor dalam meningkatkan kualitas permukiman kumuh di Kawasan Nusukan Kota Surakarta berdasarkan konsep sustainable settlement untuk mewujudkan lingkungan permukiman yang lebih layak, aman, dan berkelanjutan. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif melalui observasi lapangan, penyebaran kuesioner, serta analisis menggunakan Metode Perbandingan Berpasangan (Pairwise Comparisons Method) untuk menentukan hierarki faktor prioritas. Kajian ini membahas prinsip sustainable settlement melalui variabel infrastruktur, sarana dasar, bangunan. sosial, dan ekonomi. Hasil penelitian menunjukan terdapat 10 prioritas faktor yang menunjukan nilai yang akurat, dan dapat membantu untuk meningkatkan kualitas permukiman berdasarkan nilai tingkatan prioritas tertinggi dari hasil analisis pairwise comparisons. Hasil penelitian ini, akan memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas kawasan kumuh yang berkelanjutan untuk permukiman di Kota Surakarta khususnya Kawasan Nusukan.