| Penulis Utama | : | Sri Suwarni |
| NIM / NIP | : | T642208012 |
[13.16, 23/6/2026] UPT. Perpustakaan UNS: Apakah bisa dikirim ke wa ini akan kami bantu edit?[15.03, 23/6/2026] +62 813-2588-9375: RINGKASANMenurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), aktivitas fisik adalah semua gerakan yang timbul akibat kerja otot rangka dan kemudian menaikkan pemakaian kekuatan serta kemampuan dalam tubuh. WHO merekomendasikan orang lanjut usia untuk melakukan aktivitas fisik aerobik intensitas sedang setidaknya 150 menit per minggu atau aktivitas fisik aerobik intensitas kuat selama 75 menit per minggu, atau kombinasi aktivitas intensitas sedang dan berat setidaknya 2 hari dalam seminggu (Bull et al., 2020). Pentingnya beraktivitas fisik bagi lansia, terutama untuk menjaga level kemandiriannya (Palacios-Ceña et al., 2011; Sun et al., 2013). Aktivitas fisik yang tidak memadai berdampak pada rusaknya mental dan kesehatan emosional lansia (Brooks-Cleator & Lewis, 2020). Saat ini, masyarakat cenderung mengadopsi gaya hidup yang tidak aktif atau sedentary, walaupun diketahui banyak manfaat melakukan aktivitas fisik secara aktif. Oleh karena itu, diperlukan model promosi kesehatan berbasis teori untuk mendorong lansia agar aktif secara fisik guna meningkatkan kemandirian dan kualitas hidupnya.Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional ini dilakukan pada bulan Juni–Agustus 2024. Populasi penelitian adalah pra-lansia dan lansia di Kota Surakarta. Pengambilan sampel menggunakan multistage random sampling. 240 responden berusia 55 tahun ke atas yang mewakili 5 kecamatan di Kota Surakarta. Kriteria inklusi subjek penelitian yaitu pra-lansia dan lansia di wilayah Kota Surakarta, tidak ada gangguan kognitif berat, komunikasi baik, mampu beraktivitas sendiri dan bersedia menjadi responden. Kriteria eksklusi penelitian yaitu responden dengan gangguan kesadaran, demensia berat, dan gejala psikotik. Teknik pengambilan data dilakukan dengan menggunakan instrumen kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis meliputi analisis univariat, bivariat, dan multivariat menggunakan analisis jalur. Variabel penelitian meliputi variabel eksogen yang terdiri dari faktor internal, faktor eksternal, persepsi pra-lansia dan lansia aktif beraktivitas fisik, partisipasi pra-lansia dan lansia aktif beraktivitas fisik, serta variabel endogen kemandirian pra-lansia dan lansia aktif beraktivitas fisik dan kualitas hidup pra-lansia dan lansia.Hasil analisis deskriptif pada dimensi demografi menunjukkan usia responden 55–93 tahun dengan rata-rata; jenis kelamin responden dominan perempuan sejumlah 191 orang; tingkat pendidikan responden didominasi lulusan SMA sederajat (30,83%); pekerjaan responden mayoritas tidak bekerja (168); mayoritas berstatus menikah (131); kondisi kesehatan responden mayoritas baik (80%); tingkat kognitif mayoritas dalam kategori tinggi sebanyak 222; dan tingkat depresi: 217 (90,4%) responden tidak depresi; hanya 23 responden mengalami depresi ringan.Faktor eksternal, mayoritas responden menilai peran peer grup cukup berpengaruh dengan kategori sedang 78,3% (188), dukungan sosial berpengaruh dengan kategori sedang 57,9% (139), lingkungan cukup berpengaruh dengan kategori sedang 87,9% (211), kebijakan terkait partisipasi lansia untuk aktif beraktivitas fisik, kategori sedang 76,7% (184), dan sosial budaya cukup berpengaruh dengan kategori tinggi 32,5% (78).Persepsi Pra-lansia dan lansia dalam aktif beraktivitas fisik meliputi pengetahuan tentang persepsi Pra-lansia dan lansia dalam aktif beraktivitas fisik persentase tertinggi pada kategori sedang sebesar 72,1%, pengalaman persentase terbesar 65% pada kategori cukup, manfaat pada persepsi manfaat beraktivitas fisik secara umum diperoleh persentase terbesar 65,4 % pada kategori cukup, hambatan pada Pra-lansia dan lansia dalam aktif beraktivitas fisik secara umum diperoleh persentase terbesar 74,6% pada kategori sedang dan kepercayaan diri pada secara umum diperoleh persentase terbesar 64,6% pada kategori cukup.Partisipasi pra-lansia dan lansia aktif beraktivitas fisik pada karakteristik aktivitas sosial 47,9% dalam kategori rendah dan 48,4% tinggi. Berdasarkan ragam aktivitas fisik, 92,1% melakukan berbagai kegiatan seperti kerja bakti, kumpulan RT, PKK, kepanitiaan pernikahan, kepanitiaan hari besar, bayen atau bezuk orang sakit, dan penceramah. Hasil analisis aktivitas individu menunjukkan 96,7% responden melakukan aktivitas keseharian seperti memasak 70,8%, jualan 9,2%, berkebun 3,8%, menjahit dan bersih-bersih masing-masing 2,9%, beternak 1,3% dan sisanya adalah sopir, menyulam dan mengasuh anak-anak. Aktivitas individu berupa olahraga, 94,6% melakukan. Aktivitas fisik yang dilakukan terdiri dari berjalan pagi, senam untuk orang lanjut usia, berenang, bersepeda, dan tenis. Berdasarkan frekuensi, partisipasi aktif beraktivitas fisik lansia dilakukan setiap hari oleh 51,2%. Karakteristik kemandirian lansia aktif beraktivitas fisik menunjukkan bahwa 88,3% lansia jarang melakukan aktivitas di waktu senggang, sebanyak 50,4% sering melakukan aktivitas rumah tangga, dan 66,7% lansia tidak melakukan aktivitas yang berhubungan dengan pekerjaan dengan posisi duduk dan sedikit gerakan. Frekuensi lansia beraktivitas yang berhubungan dengan pekerjaan adalah 66,3% responden yang tidak melakukan. Sedangkan pada aktivitas keagamaan, 49,2% sering, 71,7% berperan sebagai peserta.Hasil analisis kualitas hidup responden menunjukkan kategori baik. Kesehatan fisik menunjukkan kualitas hidup pra-lansia dan lansia, baik dengan 61,7%; kesehatan psikis 60% termasuk kategori baik; hubungan sosial menggambarkan 71,3% cukup; lingkungan menunjukkan 52,5% baik; tingkat spiritual menunjukkan 75,8% baik; tingkat kebebasan mayoritas responden 69,6% masuk kategori baik; tingkat kebahagiaan menunjukkan 78,3% baik. Hasil analisis data menunjukkan kualitas hidup lansia di Kota Surakarta baik.Hasil analisis bivariat menunjukkan ada korelasi positif signifikan antara faktor eksternal (r=0.1671; p=0.0095), persepsi (r=0.2193; p=0.0006), dan partisipasi (r=0.4223; p=0.0000) serta korelasi positif tidak signifikan antara faktor internal (r=0.0288; p=0.6573) dengan kemandirian lansia aktif beraktivitas fisik. Dan kualitas hidup, ada korelasi positif signifikan dengan faktor eksternal (r=0.4486; p=0.0000), persepsi (r=0.3683; p=0.0000), partisipasi (r=0.3649; p=0.0000) dan kemandirian (r=0.4232; p=0.0000) serta korelasi positif tidak signifikan dengan faktor internal (r=0.0906; p=0.1620).Analisis multivariat pada penelitian ini adalah analisis jalur (path analysis) untuk menguji hubungan sebab-akibat antara variabel dalam sebuah model dan merupakan pengembangan dari regresi linier. Pengujian pada penelitian ini menggunakan aplikasi StataMP 13. Secara total, variabel partisipasi sangat mendominasi pengaruhnya secara langsung (β = 3.0177; p < 0.001) terhadap variabel kemandirian dan variabel kualitas hidup, baik secara langsung maupun tidak langsung (β = 4.183; p < 0.001). Variabel faktor eksternal berdampak sangat besar terhadap kualitas hidup (β=1.164; p<0.001). Indeks kesesuaian model menunjukkan hasil uji Chi-Square (χ²) = 1.002; p = 0.801, yang berarti tidak signifikan, sehingga menjadikan model sesuai. RMSEA = 0. 000 menunjukkan bahwa hasil ini sangat baik, dengan 90% CI = [0.000–0.069] dan p-close = 0.904. Nilai RMSEA yang rendah (0.000) dan p-close > 0.05 menunjukkan model tidak memiliki error besar dalam populasi. Nilai CFI = 1.000, TLI = 1.027 sangat baik, mendekati 1, berarti kemampuan model dalam menjelaskan data tinggi. Serta nilai Standard Root Mean Square Residual (SRMR) = 0.012, berarti residual standar sangat kecil. SRMR yang sangat kecil (0.012) berarti perbedaan antara matriks kovarians model dan matriks kovarians data asli sangat kecil. Nilai AIC: 8132.155 dan BIC: 8198.287 menunjukkan model yang sederhana dan optimalPada pengujian hipotesis, besar pengaruh variabel faktor internal (β=0.348; p=0.003), faktor eksternal (β=0.212; p=0.000), persepsi (β=0.120; p=0.045) dan partisipasi (β=3.081; p=0.000) terhadap kemandirian aktif beraktivitas fisik lansia di Surakarta. Besar pengaruh variabel kemandirian β = 0.599; p = 0.000 terhadap kualitas hidup. Faktor yang dominan berpengaruh terhadap kemandirian beraktivitas fisik pada pra-lansia dan lansia di Surakarta adalah partisipasi (β=3.0813; p=0.000). Faktor yang paling berpengaruh terhadap kualitas hidup pra-lansia dan lansia di Surakarta. Koefisien jalur variabel partisipasi (β=4.183; p=0.000).Hasil analisis jalur menunjukkan variabel dengan pengaruh terkuat Partisipasi → Kemandirian (β = 3.018, p = 0.000), Partisipasi → Kualitas Hidup (β = 4.183, p = 0.000) dan Faktor Eksternal → Kualitas Hidup (β = 1.164, p = 0.000). Sedangkan variabel yang relatif lemah dan perlu diperkuat yaitu Persepsi→ Kemandirian (β = 0.120, p = 0.045), Faktor Internal → Kemandirian (β = 0.348, p = 0.003), dan Faktor Eksternal → Partisipasi (β = 0.038, p = 0.001). Berdasarkan temuan ini, perlu dilakukan promosi kesehatan dengan meningkatkan faktor internal untuk mendorong partisipasi, fokus pada peningkatan partisipasi untuk meningkatkan kemandirian dan kualitas hidup, memperkuat faktor eksternal untuk meningkatkan dampak positif, dan intervensi yang lebih efektif untuk meningkatkan persepsi. Fokus utama promosi kesehatan secara keseluruhan adalah peningkatan partisipasi karena memiliki dampak terbesar terhadap kemandirian dan kualitas hidup. Diperlukan solusi intervensi yang kolaboratif dari berbagai elemen. Perumusan model promosi kesehatan pra-lansia dan lansia aktif beraktivitas fisik untuk meningkatkan kemandirian dan kualitas hidup ini, peneliti memasukkan pendekatan Pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media (Irawan et al., 2020).Teori HBM digunakan untuk memahami mengapa orang mengambil atau tidak mengambil tindakan kesehatan. Fokus pada persepsi individu terhadap risiko dan manfaat perubahan perilaku kesehatan. TTM berperan penting dalam menetapkan strategi yang sesuai dengan tahapan perubahan tingkah laku masyarakat. Menggambarkan tahapan perubahan perilaku, Logic Model menyediakan struktur untuk menghubungkan input, proses, output, dan outcome dan membantu mengukur efektivitas promosi kesehatan dari input hingga dampak jangka panjang.Peneliti merumuskan “Model Promosi Kesehatan Pralansia dan Lansia untuk Aktif Beraktivitas Fisik dalam Meningkatkan Kemandirian dan Kualitas Hidup Berbasis Core Strategy Intervention 5I”. Core Strategy Intervention 5I meliputi Identify, Inspire, Initiate, Integrate, Impact sebagai tahapan utama yang bertahap dan berkelanjutan untuk mendorong perubahan perilaku kesehatan. Model ini menjelaskan hubungan empiris antara faktor yang memengaruhi partisipasi, kemandirian, dan kualitas hidup. Secara jalur tahapan model ini adalah Identify/identifikasi (faktor internal & eksternal) → Inspire/inspirasi (persepsi) → Initiate/inisiasi (partisipasi) → Integrate /integrasi (dukungan sosial) → Impact/Evaluate & Improve) (kemandirian & kualitas hidup). Berikut adalah penjelasan tahapan-tahapan Core Strategy Intervention 5I promosi kesehatan ini yang meningkatkan kemandirian dan kualitas hidup.1. Identify (identifikasi) dengan melakukan analisis situasi dan faktor risiko. Identifikasi bertujuan untuk memahami faktor yang memengaruhi perilaku kesehatan masyarakat, dengan menggunakan data untuk menentukan prioritas program.2. Inspire (inspirasi) dengan melakukan kampanye dan edukasiInspirasi bertujuan meningkatkan kesadaran dan motivasi untuk mulai berpartisipasi. Strategi implementasi yang bisa dilakukan dengan kampanye berbasis media sosial, komunitas, dan sekolah untuk meningkatkan kesadaran.3. Initiate (inisiasi) dengan melakukan fasilitasi partisipasi.Inisiasi bertujuan membantu masyarakat memulai perubahan perilaku kesehatan dengan memfasilitasi lansia supaya lebih mudah melakukan perubahan. Strategi implementasi menyediakan fasilitas olahraga murah/terjangkau di tempat kerja, sekolah, dan ruang publik, mengadakan event dan tantangan kesehatan, memberikan insentif untuk individu/kelompok yang berpartisipasi secara aktif.4. Integrate (integrasi) dengan adanya dukungan berkelanjutan.Integrasi bertujuan untuk memastikan perubahan perilaku menjadi kebiasaan dalam jangka panjang. Strategi implementasi dengan mengembangkan komunitas pendukung seperti (grup olahraga, klub kesehatan, peer coaching), meningkatkan keterlibatan perusahaan dalam mendukung kesejahteraan karyawan, menyediakan sistem monitoring dan feedback positif untuk mempertahankan motivasi.5. Impact (Evaluate & Improve) dengan melakukan pengukuran dan pengembangan Impact mempunyai tujuan untuk mengukur efektivitas program dan menyempurnakan strategi promosi kesehatan. Strategi implementasi dengan survei dan wawancara untuk menilai dampak partisipasi terhadap kemandirian dan kualitas hidup, analisis data sebelum dan sesudah intervensi untuk mengukur perubahan perilaku, evaluasi reguler dengan stakeholder (pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media), dan pengembangan strategi berkelanjutan berdasarkan hasil evaluasi.Penyusunan model ini mengadopsi logig model dari Kellogg (2024), yang meliputi input, activities, output, outcome, dan impact. Model ini dirancang untuk bertahap dan berkelanjutan, dengan “Core Strategy Intervention 5I” dan kolaborasi Pentahelix, sehingga evaluasi dan pengembangan berkelanjutan sangat penting untuk meningkatkan efektivitas promosi kesehatan. Model ini valid karena (1) hubungan antarvariabel telah diuji dengan analisis jalur sehingga model memiliki dasar empiris yang kuat, (2) signifikansi statistik telah terpenuhi, menunjukkan hubungan antarvariabel bukan sekadar kebetulan, dan (3) Goodness-of-Fit (GoF) sudah sesuai, yang berarti model ini cocok untuk menjelaskan fenomena promosi kesehatan. Karena semua kriteria ini telah terpenuhi, model ini layak disebut model ilmiah dalam promosi kesehatan.Temuan model promosi kesehatan pra-lansia dan lansia untuk aktif beraktivitas fisik dalam meningkatkan kemandirian dipengaruhi langsung oleh variabel persepsi dan partisipasi lansia aktif beraktivitas fisik. Sedangkan kualitas hidup dipengaruhi langsung oleh variabel faktor internal, faktor eksternal, persepsi, partisipasi, dan kemandirian lansia aktif beraktivitas fisik. Partisipasi pra-lansia dan lansia aktif beraktivitas fisik menjadi aspek penting dalam model ini karena berkontribusi paling besar dalam meningkatkan kemandirian dan kualitas hidup
| Penulis Utama | : | Sri Suwarni |
| Penulis Tambahan | : | - |
| NIM / NIP | : | T642208012 |
| Tahun | : | 2026 |
| Judul | : | Model Promosi Kesehatan Pra-Lansia Dan Lansia Untuk Aktif Beraktivitas Fisik Dalam Meningkatkan Kemandirian Dan Kualitas Hidup |
| Edisi | : | |
| Imprint | : | Surakarta - Sekolah Pascasarjana - 2026 |
| Program Studi | : | S-3 Penyuluhan Pembangunan (Promosi Kesehatan) |
| Kolasi | : | |
| Sumber | : | |
| Kata Kunci | : | Model Promosi Kesehatan, Pra-lansia dan Lansia, Aktif Beraktivitas Fisik, Kemandirian, Kualitas Hidup |
| Jenis Dokumen | : | Disertasi |
| ISSN | : | |
| ISBN | : | |
| Link DOI / Jurnal | : | https://www.mdpi.com/1660-4601/23/3/301 |
| Status | : | Public |
| Pembimbing | : |
1. Prof. Dr. Agus Kristiyanto, M. Pd 2. Dr. Ir. Sapja Anantanyu, S.P., M.Si. 3. Dr. Anik Lestari, dr., M. Kes |
| Penguji | : |
1. Prof. Dr.rer.nat. Sajidan, M.Si. 2. Prof. Dr. Drajat Tri Kartono, M.Si. 3. Prof. Dr. Eti Poncorini P., dr., M.Pd |
| Catatan Umum | : | Artikel publis pada International Journal of Environmental Research and Public HealthInt. J. Environ. Res. Public Health 2026, 23(3), 301; https://doi.org/10.3390/ijerph23030301 |
| Fakultas | : | Sekolah Pascasarjana |
| Halaman Awal | : | Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download. |
|---|---|---|
| Halaman Cover | : | Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download. |
| BAB I | : | Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download. |
| BAB II | : | Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download. |
| BAB III | : | Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download. |
| BAB IV | : | Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download. |
| BAB V | : | Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download. |
| BAB Tambahan | : | Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download. |
| Daftar Pustaka | : | Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download. |
| Lampiran | : | Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download. |