ABSTRAK Revangga Tri Rizaldhi. B0122068. 2026. Cinta dan
Pengorbanan Tokoh Arjuna dalam Naskah Lakon Kidung Asmaraloka Karya Ki.
Bambang Sigit Paminto (Suatu Tinjuan Sosiologi Sastra). Skripsi: Program Studi
Sastra Daerah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penelitian
ini mengkaji (1) Bagaimanakah keterkaitan unsur unsur struktur Pathet menurut Soepomo Poedjosoedarmo dalam lakon “Kidung
Asmaraloka” karya Ki Bambang Sigit Paminto? (2) Apa sajakah bentuk
interaksi sosial berupa cinta dan pengorbanan tokoh Arjuna menurut George
Caspar Homans dalam lakon “Kidung
Asmaraloka” karya Ki Bambang Sigit Paminto ? (3) Bagaimana persepsi
masyarakat umum dalam lakon “Kidung Asmaraloka” karya Ki Bambang Sigit
Paminto ? Tujuan Penelitian ini adalah mendeskripsikan apa yang menjadi
permasalahan dalam penelitian ini. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan
pemahaman mendalam tentang konsep cinta dan pengorbanan dalam konteks sosial. Bentuk
penelitian ini yaitu penelitian sastra yang bersifat deskriptif kualitatif.
Sumber data dalam penelitian ini adalah naskah wayang kulit lakon Kidung
Asmaraloka. Data dalam penelitian ini teks naskah wayang kulit lakon Kidung
Asmaraloka sesuai teori struktur pathet Soepomo Poedjosoedarmo, yang
meliputi latar, penokohan, dan alur yang terkandung dalam naskah. Teknik
pengumpulan data yang digunakan adalah teknik analisis isi. Analisis data pada
penelitian ini menggunakan struktur Pathet
soepomo poedjosoedarmo dan pendekataan sosiologi sastra. Kesimpulan
penelitian ini adalah sebagai berikut: Berdasarkan analisis, dengan teori
Soepomo Poedjosoedarmo, lakon Kidung Asmaraloka karya Ki Bambang Sigit
Paminto terbagi menjadi tiga Pathet utama, yaitu Pathet Nem, Pathet Sanga , dan Pathet Manyura yang saling berkaitan secara dramatik;(2) Ditinjau dari segi sosiologi
sastra melalui teori pertukaran sosial George C. Homans, terdapat proses
interaksi sosial berupa prinsip imbalan dan biaya, prinsip keseimbangan dan
keadilan, prinsip penguatan, serta prinsip saling ketergantungan; (3) persepsi masyarakat umum menunjukkan
bahwa naskah Kidung Asmaraloka karya Ki Bambang Sigit Paminto memiliki
kekuatan dramatik dan kedalaman nilai filosofis yang tetap relevan dipentaskan
saat ini.