Latar Belakang: Kolitis ulseratif adalah peradangan idiopatik pada kolon yang menyebabkan kerapuhan difus dan erosi superfisial pada kolon paling umum terjadi di seluruh dunia. Aktivitas penyakit yang terus-menerus meskipun telah diberikan terapi adekuat, dan sejumlah kecil pasien mengalami kolitis progresif yang timbul cepat mendorong untuk ditemukan alternatif pengobatan yang baru. Kelor (Moringa oleifera) mengandung fitokimia dengan potensi imunomodulator dan antiinflamasi yang mendukung proteksi pada mukosa kolon. Sekretom menunjukkan bukti efektivitas pada berbagai peradangan seperti kolitis. Penelitian ini bertujuan menganalisis efek kelor dan sekretom terhadap kadar IL-6, TNF-α, dan skor Disease Activity Index (DAI) pada mencit model kolitis.Metode: Penelitian eksperimental post-test only control group dilakukan pada mencit BALB/c yang diinduksi DSS 5%. Kelompok dibagi menjadi: kontrol normal, kontrol negatif (DSS 5%), kontrol positif (Mesalazin 100 mg/kg), kelompok Moringa oleifera (400mg/kgBB), kelompok sekretom (200 µl), dan kombinasi keduanya. Parameter IL-6, TNF-α, dan DAI dievaluasi selama 17 hari. Data dianalisis menggunakan One Way ANOVA dan uji post hoc..Hasil: Pemberian kombinasi ekstrak daun Moringa oleifera dan sekretom memberikan pengaruh signifikan (p<0,001) dalam memperbaiki kerusakan kolon. Kombinasi ekstrak Moringa oleifera dan sekretom secara efektif menurunkan ekspresi mediator inflamasi TNF-α dan IL-6, serta memperbaiki skor aktivitas penyakit (DAI) secara bermakna dibandingkan kelompok Mesalazin tunggal atau ekstrak Moringa oleifera tunggal.Kesimpulan: Kombinasi ekstrak daun M. oleifera dan sekretom memberikan efek terhadap penurunan sitokin proinflamasi (IL-6 dan TNF-α) dan memperbaiki skor DAI pada mencit model kolitis. Temuan ini menunjukkan potensi sebagai terapi alternatif atau komplementer yang efektif untuk memperbaiki mukosa kolon pada kolitis ulseratif.