Penelitian
ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis konten yang sesuai dengan
karakteristik konsumen pada masing-masing produk mahar serta merancang sistem
penjadwalan siklus produksi konten menggunakan Critical Path Method
(CPM) pada UMKM Mahar3D. Penelitian ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi
proses produksi konten sehingga target produksi harian dapat tercapai secara
optimal.Permasalahan
dalam penelitian ini adalah belum adanya klasifikasi jenis konten yang sesuai
dengan karakteristik konsumen sehingga konten yang dihasilkan cenderung seragam
dan kurang optimal, serta tidak adanya penjadwalan produksi yang terstruktur
yang menyebabkan target produksi tiga konten per hari tidak tercapai. Selain
itu, total durasi produksi konten melebihi jam kerja harian, sehingga
diperlukan solusi untuk mengoptimalkan waktu dan alur kerja produksi.Teknik
pembahasan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi
kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara, sedangkan
analisis data wawancara menggunakan teknik Miles and Huberman yang meliputi
reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Selanjutnya, dilakukan
perancangan penjadwalan menggunakan Critical Path Method (CPM) dengan
menghitung nilai Earliest Start (ES), Earliest Finish (EF), Latest
Start (LS), Latest Finish (LF), dan Slack Time untuk
menentukan jalur kritis.
Hasil
penelitian menunjukkan bahwa klasifikasi konten yang tepat meliputi konten
edukasi dan demonstrasi untuk produk Mahar Polywood, storytelling untuk
produk Mahar Gunungan, serta visual showcase untuk produk Mahar Akrilik.
Selain itu, hasil analisis Critical Path Method (CPM) menunjukkan jalur kritis A → B → C → D → E →
G → H → R → S dengan total durasi 5 jam 55 menit. Penerapan penjadwalan
berbasis Critical Path Method (CPM)
mampu meningkatkan efisiensi waktu produksi dari 8 jam 5 menit menjadi 5
jam 55 menit melalui pemanfaatan aktivitas paralel. Dengan demikian, dapat
disimpulkan bahwa penerapan klasifikasi konten dan penjadwalan menggunakan CPM
mampu meningkatkan efisiensi produksi konten. Penelitian selanjutnya disarankan
untuk mengembangkan metode penjadwalan lain seperti PERT atau crashing
untuk memperoleh alternatif optimasi waktu yang lebih luas.