Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interaksi dan pengaruh penggunaan menir kedelai terproteksi dalam ransum dengan perbedaan tipe otot (Longissimus dorsi dan otot Biceps femoris) terhadap kualitas kimia daging serta pengaruh perbedaan tipe otot terhadap kualitas kimia daging kambing Bligon jantan. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Juli- Desember 2017. Pemeliharaan kambing dilakukan di kandang kambing Dukuh Kedungdowo RT 3 RW 1 Bendungan, Simo, Boyolali. Analisis sampel dilakukan di Laboratorium Teknologi Daging dan Biokimia Nutrisi Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Materi yang digunakan adalah daging kambing dari otot Longissimus dorsi (LD) dan otot Biceps femoris (BF). Desain penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan faktor pertama yaitu perbedaan perlakuan pakan P0 = 30% RG + 70% KB, P1 = 30% RG + 60% RG + 10% MTP dan P2 = 30% RG + 60% KB + 10% MP, faktor kedua yaitu macam otot. Tiap perlakuan terdiri dari tiga ulangan. Data dianalisis dengan analisis variansi pola faktorial dan apabila terdapat pengaruh perlakuan dilakukan uji lanjut dengan kontras orthogonal. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa perlakuan pakan yang berbeda dan jenis otot tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap kadar air, lemak, protein maupun kolesterol namun perlakuan pakan pada pada kadar air dan kadar lemak daging berbeda sangat nyata (P<0,01). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat interaksi antara penggunaan menir kedelai terproteksi dengan macam otot LD dan BF terhadap kualitas kimia daging. Penambahan menir kedelai tanpa proteksi maupun terproteksi belum mampu memperbaiki kadar protein dan kolesterol daging, namun kadar air daging lebih rendah daripada perlakuan pakan kontrol serta kadar lemak daging lebih tinggi daripada perlakuan pakan kontrol. Otot LD dan BF mempunyai kualitas yang sama baiknya terhadap kualitas kimia daging kambing Bligon jantan. Kata kunci : Daging kambing Bligon, menir kedelai terproteksi, kualitas kimia daging, jenis otot.