Kesiapan
graduasi mandiri Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH)
merupakan kondisi yang menunjukkan sejauh mana keluarga telah siap untuk keluar
dari ketergantungan terhadap bantuan sosial dan mencapai kemandirian dalam
memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun, masih terdapat KPM yang belum memiliki
kesiapan untuk melakukan graduasi mandiri meskipun telah mengikuti program
dalam jangka waktu tertentu. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kesiapan menuju
kemandirian tidak hanya dipengaruhi oleh pelaksanaan program, tetapi juga oleh
berbagai faktor yang mendukung proses pemberdayaan keluarga. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis kegiatan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga
(P2K2), persepsi KPM atas kompetensi pendamping, dan dukungan keluarga terhadap
kesiapan graduasi mandiri KPM PKH di Banjarsari, Kota Surakarta. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui
penyebaran kuesioner kepada 96 KPM PKH yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data
dilakukan menggunakan regresi logistik biner dengan memasukkan total pendapatan
keluarga sebagai variabel kontrol.
Hasil penelitian
menunjukkan bahwa kegiatan P2K2 dan dukungan keluarga menjadi faktor yang
membentuk kesiapan KPM untuk melakukan graduasi mandiri. Kegiatan P2K2 berperan dalam meningkatkan
pengetahuan dan membentuk perilaku KPM menuju kemandirian, sedangkan dukungan
keluarga membantu memperkuat motivasi serta kesiapan KPM dalam proses menuju
kemandirian. Sementara itu, persepsi KPM atas kompetensi pendamping belum
menjadi faktor utama yang menentukan kesiapan graduasi mandiri. Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan proses menuju graduasi mandiri
tidak hanya memerlukan pelaksanaan program pemberdayaan yang efektif, tetapi
juga membutuhkan dukungan keluarga sebagai lingkungan sosial terdekat yang
memperkuat kesiapan KPM menuju kemandirian.