Penelitian
ini membahas tentang analisis kemampuan pemecahan masalah matematis siswa
materi aritmetika siswa berbasis etnomatematika selat solo ditinjau dari gaya
belajar siswa. Tujuan penelitian ini untuk: (1) mendeskripsikan konsep
etnografi pada makanan tradisional Selat Solo, (2) mendapatkan model matematika
berdasarkan hasil kajian etnografi makanan tradisional Selat Solo, (3) mendeskripsikan
kemampuan pemecahan masalah ditinjau dari gaya belajar siswa kelas VII SMP
Negeri 5 Surakarta dalam menyelesaikan soal aritmetika sosial berbasis
etnomatematika pada makanan tradisional Selat Solo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi etnografi,
pemodelan matematika, fenomenologi, dan analisis kualitatif. Pemilihan
subjek menggunakan purposive sampling dengan teknik pengumpulan data
berupa observasi, wawancara, dokumentasi, wawancara berbasis tugas, dan angket.
Teknik uji validitas data dilakukan dengan triangulasi sumber dan triangulasi
waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Selat Solo terdapat konsep
aritmetika sosial yang meliputi biaya produksi, harga jual, dan keuntungan.
Selain itu, ditemukan enam dimensi etnomatematika yaitu dimensi kognitif berupa
aktivitas perhitungan, dimensi konseptual berupa konsep aritmetika sosial dan
pemodelan matematika, dimensi pendidikan berupa nilai ketelitian, tanggung
jawab, dan kerja keras, dimensi epistemologis berupa pengetahuan yang berasal
dari praktik ekonomi masyarakat, dimensi sejarah yang menunjukkan Selat Solo
sebagai kuliner khas Surakarta, serta dimensi sosial budaya yang menunjukkan
identitas budaya daerah. Berdasarkan hasil tersebut diperoleh model matematika
keuntungan penjualan yang digunakan sebagai dasar pembelajaran aritmetika
sosial berbasis etnomatematika. Hasil analisis kemampuan pemecahan masalah
matematis menunjukkan bahwa siswa dengan gaya belajar visual mampu memenuhi
tiga tahap pemecahan masalah menurut Polya, namun belum optimal pada tahap
memeriksa kembali. Sementara itu, siswa dengan gaya belajar auditori dan
kinestetik telah memenuhi seluruh tahapan pemecahan masalah. Hasil ini
menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis etnomatematika dapat membantu pemahaman
konsep dan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa sesuai dengan gaya
belajar mereka.