Tugas Akhir ini dilatarbelakangi oleh adanya kendala
komunikasi antara karyawan lokal dan tenaga kerja asing asal Tiongkok di
Departemen Gudang Sparepart dan Bahan Pembantu PT LBM Energi Baru
Indonesia, yang disebabkan oleh perbedaan bahasa dan istilah teknis sehingga
berpotensi menimbulkan miskomunikasi dalam proses operasional. Tujuan dari
penulisan ini adalah untuk mendeskripsikan proses pembuatan serta menyusun
spesifikasi Buku Saku Kosakata Bahasa Mandarin-Indonesia Gudang Sparepart dan Gudang Bahan Pembantu yang
sesuai dengan kebutuhan komunikasi kerja di lingkungan gudang sparepart
dan bahan pembantu. Metode penulisan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif
dengan objek penulisan berupa aktivitas komunikasi kerja, dokumen teknis, serta
kebutuhan kosakata di lingkungan gudang sparepart dan bahan pembantu.
Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara semi-terstruktur dengan
karyawan gudang dan tenaga kerja asing, serta studi dokumen seperti daftar sparepart, SOP, dan formulir permintaan material.
Teknik pembahasan dilakukan secara deskriptif dengan mengidentifikasi
permasalahan komunikasi, mengklasifikasikan kosakata teknis, serta menyusun
materi buku saku berdasarkan kebutuhan pengguna. Hasil penulisan menunjukkan
bahwa proses pembuatan buku saku berdasarkan kebutuhan pengguna. Hasil penulisan
menunjukkan bahwa proses pembuatan buku saku dilakukan melalui tahapan
sistematis mulai dari pengumpulan data kosakata, observasi pengguna bahasa di
lapangan, pencatatan dan penyusunan kosakata, hingga perancangan dan finalisasi
produk. Buku saku yang dihasilkan berukuran A6, terdiri dari 42 halaman, dan
memuat 245 kosakata yang disusun secara alfabetis serta dilengkapi dengan
terjemahan Indonesia-Mandarin-Indonesia dan pinyin, sehingga memudahkan
pengguna dalam mencari istilah secara cepat dan praktis. Keberadaan buku saku
ini diharapkan mampu membantu mengurangi kesalahpahaman, mempercepat proses
permintaan dan pengeluaran barang, serta meningkatkan efektivitas koordinasi
kerja. Oleh karena itu, disarankan agar buku saku ini dimanfaatkan secara
optimal oleh karyawan serta dilakukan pembaruan secara berkala sesuai dengan
perkembangan kebutuhan operasional di perusahaan.